Isuzu Jatim Optimistis Tingkatkan Penjualan

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Astra Isuzu, distributor utama kendaraan Isuzu di wilayah Jatim, akan meningkatkan target penjualan di tahun 2015 bisa membukukan penjualan sebanyak 3.800 unit, dimana 80% merupakan penjualan kendaraan niaga. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 10% dibandingkan target penjualan pada tahun 2014.
Menurut Kepala Wilayah Astra Isuzu Jatim, Syarifudin, mengungkapkan, saat ini pihaknya optimis utnuk bisa memacu penjualan selama tahun 2015, setelah mengalami tekanan pada tahun lalu. Dimana tahun 2014, merupakan tahun pertarungan politik yang cukup sengit. Mulai dari pilihan Legislatif sampai dengan pilihan Presiden.
“Di tahun ini kami harus optimis, seiring dengan mulai meredanya pertarungan politik. Dengan adanya pemerintahan yang baru ini maka pengusaha secara perlahan namun pasti mulai mendapatkan kepastian untuk menjalankan bisnisnya. Dengan mulai membaiknya situasi ekonomi dan politik, maka berimbas pada penjualan kendaraan niaga yang menjadi andalan Isuzu,” ujarnya, Kamis (15/1) kemarin.
Ia melanjutkan, pada tahun lalu penjualan Isuzu di Jatim kurang maksimal. Dari target yang ingin dicapai sebanyak 3.400 unit tahun lalu, hingga akhir tahun 2014 hanya tercapai sekitar 85%.
“Kurangnya tercapainya target tersebut, karena konsumen lebih bersikap pasif terhadap pesta politik yang dulu di khawatirkan membuat ekonomi menjadi kurang stabil. Namun hal tersebut tidak terjadi, dan kondisi negara relatif lebih stabil,” jelasnya singkat.
2015 ini, Astra Izusu akan memacu penjualan dengan cara menambah  jaringan penjualan yang akan lebih langsung menyentuh konsumen. Sampai dengan saat ini, di Jatim Astra Isuzu telah memiliki 6 Jaringan dealer dan service center dimana 3 diantaranya berada di Surabaya, 1 di Sidoarjo, 1 di Malang dan 1 di Pasuruan.
“Kami juga mempunyai beberapa point of sales (POS) di beberapa daerah seperti di Malang Selatan. Kedepan kami akan buka di Probolinggo dan Lumajang seiring makin tingginya permintaan di daerah-daerah itu. Alasan dasar kami memlih daerah baru tersebut, bukan hanya dari segi permintaan yang semakin tinggi, tapi daerah tersebut telah berkembang. Contoh Probolinggo memiliki pelabuhan yang melayani proses bongkar muat dan membutuhkan kendaraan niaga. Sama juga dengan Lumajang yang hasil perkebunan dan pertanian yang mulai melimpah,” kata Syarifudin. [wil]

Tags: