ITK Provinsi Jawa Timur Triwulan II Tak dalam Posisi Optimis

Pemprov Jatim, Bhirawa
Kondisi ekonomi konsumen di Jatim alami penurunan, tampak dalam Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Jatim pada Triwulan III-2019 tidak dalam posisi optimis, dengan indeks sebesar 99,44 (di bawah 100). Dibandingkan Triwulan II-2019 (127), ITK Triwulan III menurun tajam sebesar 27,56 poin. Pada periode sebelumnya (April-Juni 2019) tercatat terdapat beberapa momen, yaitu Pilpres, Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.
“Bisa dimaklumi setelah beberapa even tersebut, telah menguras energi ekonomi rumahtangga, sehingga pendapatan rumahtangga Triwulan III-2019 jauh di bawah Triwulan II- 2019, maka ITK pada periode Juli-September atau Triwulan III-2019 menurun sampai di bawah 100,” kata Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, kemarin.
Dikatakannya, pada Triwulan III-2019 seluruh variabel pembentuk ITK berada di bawah 100, kecuali indeks Pengaruh Inflasi. Inflasi selama periode Triwulan III lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Inflasi bulan Juli tercatat 0,16 persen, inflasi Agustus 0,12 persen, dan inflasi September 0,07 persen.
Di sisi lain, indeks Pendapatan Kini pada level 99,25 menurun 30,08 poin. Respon rumahtangga terhadap inflasi sebesar 100,31 menurun 19,17 poin dan Volume Konsumsi Rumahtangga 98,78 menurun 32,19 poin. “Penurunan pendapatan rumahtangga berakibat menurunnya variabel-variabel yang lain menyebabkan pesimisme pada tendensi konsumen,” ujarnya.
Walaupun indeks pengaruh inflasi di atas 100 namun karena pendapatan rumahtangga menurun drastis dibanding Triwulan sebelumnya, tetap saja tidak dapat mendongkrak optimisme rumahtangga. Indeks Volume Konsumsi Barang dan Jasa, terdiri dari Makanan dan Non Makanan secara kumulatif masing-masing juga berada di bawah 100, kecuali Pendidikan (122,97) dan Pembelian Pulsa (103,3).
Pendidikan merupakan komponen yang tetap meningkat optimismenya dibanding Triwulan sebelumnya (115,53), seiring mulai diselenggarakan ujian-ujian sekolah dan try out untuk jenjang pendidikan kelas tertinggi. Sementara, pemanfaatan internet di segala bidang, mengantarkan konsumsi pemakaian pulsa di triwulan ini juga meningkat.
Penurunan paling besar terjadi pada indeks volume konsumsi Pakaian (-88,49 poin), kedua volume konsumsi Bahan Makanan (-60,57 poin), dan ketiga volume konsumsi Makanan/ Minuman jadi (-57,38 poin). Hal ini disebabkan karena ketiga komponen tersebut merupakan “instrumen wajib” Idul Fitri yang harus tersedia karena faktor budaya. Dampaknya, pada saat periode triwulan berikutnya ketika tidak ada even besar semacam itu, maka tingkat konsumennya atau indeks tendensi konsumennya turun drastis di bawah 100.
Sementara, pada Triwulan IV-2019 ITK Jawa Timur diperkirakan kembali di atas 100 (optimis), mencapai 103,14. Hal ini disebabkan pada periode tersebut terdapat even Hari Natal dan Tahun Baru. Meskipun kebutuhan konsumsi rumah tangga tidak sebanyak pada saat Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, namun geliat ekonomi di triwulan itu diduga mampu mendongkrak indeks Pendapatan Mendatang pada level 108,28.
Peningkatan pendapatan ini dapat memicu optimisme tendensi konsumen, meskipun indeks Pembelian Barang Tahan Lama masih di sekitar 94,13.[rac]

Tags: