ITN Tetap Wisuda Daring, Meski Wali Kota Izinkan Luring

Rektor ITN Malang, Prof Dr Ir Abraham Lomi MSEE

Kota Malang, Bhirawa
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tetap menggelar wisuda Daring. Meskipun Wali Kota sudah memperbolehkan wisuda Luring. Rektor ITN, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengatakan, sangat disayangkan Surat Earan (SE) baru dikeluarkan setelah panitia wisuda siap dengan Daring yang diselenggarakan di Aula Kampus ITN 1.
“Pihak ITN sendiri telah mempersiapkan pelaksanaan wisuda sejak 7 Maret 2021 secara full Daring. Mengingat banyak para alumni yang sudah kembali ke daerahnya masing – masing,” terang Abraham Lomi.
Menurut Abraham, wisuda ke 64 dan 65 ini, diikuti 885 wisudawan, yang terdiri dari 637 wisudawan lulusan periode II 2020 atau ke-64, dan 248 wisudawan lulusan periode I tahun 2021 atau ke 65. Wisudawan-wisudawati ini dari jenjang diploma, sarjana, dan pascasarjana.
Yang membanggakan, sambungnya 21,8% diantaranya lulus dengan predikat Pujian (Cumlaude) yaitu mempunyai indeks prestasi diatas 3.50 dari skala 4.0. Sedangkan peserta Bidik Misi (yang mendapat beasiswa dari pemerintah) yang ikut di wisuda sebanyak 12 wisudawan. Selain banyak wisudawan pulang kampung, akan diwajibkan mengurus bebas Covid-19. Seperti harus melakukan swab antigen dan sebagainya, sehingga memerlukan waktu. Maka ITN memilih wisuda secara online
Meski begitu, Abraham menyambut baik atas kebijakan yang dikeluarkan. Jika memang kondisi memungkinkan, ITN bakal menggelar wisuda di semester genap sesuai dengan SE Wali Kota Malang. Namun tetap dengan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat.
“Artinya nanti dengan perkembangan beberapa bulan kedepan ada edaran baru itu sudah boleh secara keseluruhan kita akan melaksanakan itu,” jelasnya.
Terkait Perizinan ke Satgas Covid-19, ITN Malang mengaku panitia telah mengurus. Abraham tidak ingin mengambil resiko, meskipun SE diperbolehkan. Dibandingkan mementingkan ego, namun malah menyebabkan dimungkinkan persebaran virus
“Karena hanya memenuhi keinginan kita dengan para wisudawan, tapi khawatir nanti ada klaster – klaster baru di Kota Malang,” pungkasnya. [mut]

Tags: