ITS Buka Prodi Sarjana Teknik Kelautan dan Teknik Pangan

Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT

Peneriman Mahasiswa Baru Dibuka Jalur Seleksi Kemitraan dan Mandiri
Surabaya, Bhirawa
Institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuka dua program studi sarjana (S1) baru tahun ini. Yakni Prodi Teknik Lepas Pantai di bawah Departemen Teknik Kelautan dan Prodi Teknik Pangan di bawah Departemen Teknik Kimia.
Dua Prodi baru ini rencananya mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2021/2022, namun hanya melalui jalur penerimaan Seleksi Kemitraan dan Mandiri (SKM).
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT menjelaskan, dua Prodi baru ini dibentuk lantaran adanya keilmuan yang berbeda dari prodi yang sudah ada di masing – masing departemen itu. Apalagi ITS telah memiliki dosen yang ahli pada masing – masing Prodi baru ini.
“Mahasiswa lulusan Teknik Lepas Pantai nantinya diharapkan mampu merancang bangunan lepas pantai terpancang (fixed offshore structure) dan bangunan lepas pantai terapung (floating offshore structure), serta bangunan lepas pantai bawah laut (subsea facilities) berdasarkan prinsip – prinsip rekayasa dengan mempertimbangkan standard, code, rules, regulation dan recommended practice,” jelas Prof Adi, Kamis (4/2) kemarin.
Hal itu, akan sangat mendukung bangsa Indonesia dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang terletak di lepas pantai, seperti gas, minyak bumi, dan mineral. Apalagi potensi minyak bumi dan gas Indonesia 70% di antaranya berada di perairan.
“Sehingga harapannya, kebutuhan ahli di bidang Teknik Lepas Pantai di Indonesia bisa terpenuhi ke depannya,” ungkap guru besar Teknik Elektro ini.
Sementara itu, Direktur Pendidikan ITS Dr Eng Siti Machmudah ST MEng menjelaskan, Prodi Teknik Pangan akan mempelajari pengolahan bahan baku menjadi produk pangan. Serta akan mempelajari dasar-dasar terkait ilmu pangan dan desain proses industri pangan. Mahasiswa akan dibekali kemampuan untuk memproduksi produk pangan secara efisien, melakukan desain proses produksi pangan, serta melakukan komersialisasi produknya.
Perbedaannya dengan Prodi Teknik Kimia adalah Prodi Teknik Pangan memberikan penekanan atau konsentrasi pada bidang ilmu pangan dan teknologi pangan. Sedangkan pada Prodi Teknik Kimia hal ini diberikan hanya sebagai mata kuliah minor atau pilihan minat. Selama ini, Prodi Teknik Kimia hanya mempelajari ilmu pangan secara intensif oleh mahasiswa yang mengerjakan penelitian dengan topik itu.
“Prodi Teknik Pangan ini dibentuk sebagai upaya mewujudkan Indonesia menuju masyarakat dengan ketahanan pangan yang kuat. Hal ini mengakibatkan potensi serapan lulusan Prodi Teknik Pangan di dunia kerja tentunya sangat besar. Apalagi Indonesia memiliki banyak perusahaan terkait makanan dan minuman, baik perusahaan milik negara (BUMN), swasta nasional maupun multinasional,” tandasnya. [ina]

Tags: