Jadi Partai Penguasa, PDIP Diminta Tetap Konsisten Perjuangkan “Wong Cilik”

Surabaya, Bhirawa
Kemenangan PDIP di seluruh even Pileg, Pilkada, hingga Pilpres membuktikan partai besutan Megawati Soekarnoputri konsisten dalam eksistensi jalur politik.
Namun, kejayaan tersebut harus tetap menjaga semangat Marhaenisme yang digaungkan oleh Bung Karno.
Hal itu disampaikan oleh Pakar Komunikasi UNAIR, Suko Widodo. Ia menyatakan, sejak tahun 1993 di era PDI, Megawati sudah membuktikan semangat Marhaenisme dan menghidupkan demokrasi.
“Itu dibuktikan melalui suara akar rumput atau wong cilik,” kata Suko kepada media, Jumat (3/12/2019).
Saat ini, PDIP sudah menjadi partai penguasa. Suko menyarankan agar apa yang sudah diperjuangkan tidak boleh dilupakan.
Posisi sebagai partai pemenang Pemilu saat ini pun, menurut pria yang akrab disapa SW itu, harus dimanfaatkan oleh PDIP untuk bisa memperjuangkan aspirasi wong cilik.
“Karena meski sudah menjadi partai pemenang sejak 2014, tapi pada masa itu PDIP bisa dibilang kurang memaksimalkan peran mereka,” ujar dia.
PDIP dikatakan SW lekat sekali dengan wong cilik. Sejak dulu selalu itu yang mereka perjuangkan. “Makanya itu tadi saya bilang PDIP tidak boleh terlena dengan kondisi saat ini. Harus tetap konsisten dengan apa yang Bung Karno perjuangkan,” tambahnya.
Di sisi lain, terkait memperjuangkan aspirasi wong cilik atau suara akar rumput, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang juga kader PDIP sejak puluhan tahun lalu memastikan jika jajaran Pemerintah Kota memiliki program untuk itu.
Salah satunya melalui program Festival Aspirasi yang menjadi langkah Musyawarah Pembangunan Kota (Musrenbang) Pemuda.
Rembug pemuda digelar oleh puluhan perwakilan Karang Taruna Se-Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya, disebuah warung kopi kawasan Prada Indah.
Langkah ini diawali oleh anak-anak muda di empat kelurahan. Diantaranya, kelurahan Dukuh Pakis, Pradah Kali Kendal, Dukuh Kupang, dan Gunungsari.
Menurut Wawali Whisnu Sakti, program Musrenbang Pemuda ini akan terus diaktifkan. Aspirasi dalam pembangunan fasilitas, infrastruktur maupun keahlian yang bisa menjadi pemberdayaan ekonomi akan dikongkritkan.
’’Salah satu bentuknya ya melalui Festival Aspirasi. Ide dan Gagasan yang terbaik akan direalisasikan. Dan mereka harus bertanggung jawab untuk mengelolanya,’’ pungkas politisi yang digadang-gadang menjadi suksesor Wali Kota Risma dalam Pilwali Surabaya 2020 ini.(dre)

Tags: