Jaga Tradisi, Sumenep Gelar Kerapan Sapi Tingkat Kabupaten

Salah satu peserta kerapan sapi.

Sumenep, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Kejuaraan Kerapan Sapi tingkat Kabupaten. Kejuaraan ini diikuti oleh 48 peserta. Sebanyak 24 pasang sapi dari kecamatan wilayah daratan dan 24 pasang sapi lainnya dari kecamatan wilayah kepulauan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, Kejuaraan Kerapan Sapi yang dipusatkan di Lapangan Bluto, Kecamatan Bluto ini dalam rangka selain meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang hewan ternak dan ajang silaturrahim, juga menjaga tradisi yang ada. Sebab, jika tidak diadakan kejuaraan, tradisi Kerapan sapa bisa hilang dengan maraknya digitalisasi.

“Kerapan sapi ini sebagai warisan tradisi yang sangat berharga sudah menjadi tanggung jawab bersama, untuk melestarikan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat,” kata Bupati Sumenep, Ach. Fauzi.

Kejuaraan Kerapan Sapi kali ini mengusung tema “Madura Bull Race Championship”. Dengan event tersebut, Bupati berharap tradisi warisan leluhur tidak tergerus oleh perkembangan zaman yang serba digital. Banyak budaya luar masuk melalui digitalisasi sehingga dapat menggerus budaya atau tradisi lokal seperti yang dimiliki oleh kabupaten Sumenep.

“Jangan sampai tradisi ini bisa hilang lantaran banyaknya budaya luar yang masuk ke Sumenep. Makanya, kami melalui even ini diharapkan tradisi Kerapan sapi tetap terjaga dan lestari,” paparnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep ini juga menyatakan, kebudayaan dan tradisi adalah warisan tak ternilai harganya yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Termasuk tradisi Kerapan Sapi. Dengan demikian, Pemkab Sumenep terus berupaya merawat dan menjaga Kerapan Sapi, salah satunya melalui event.

“Kejuaraan ini terselenggara merupakan wujud perhatian dan komitmen pemerintah daerah bersama pecinta kerapan sapi dalam rangka melestarikan budaya dan tradisi,” tegasnya.

Ia berharap kejuaraan tersebut menjadi ajang silaturahim yang bisa mempererat kekompakan, serta memperkuat identitas kultural masyarakat Madura khususnya Kabupaten Sumenep. Sehingga, Kerapan Sapi terus bertahan sampai kepada generasi berikutnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para peternak dan pecinta sapi kerap yang melestarikan budaya warisan leluhur hingga saat ini, termasuk paguyuban kerapan sapi menyelenggarakan berbagai perlombaan di Kabupaten Sumenep,” harapnya. [Sul.gat]

Tags: