Jajaki Jawa Timur, Suplai Sapi Bakalan Jakarta dan Jawa Barat

Peternak sapi berfotobersama Direktur Perbibitan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono. Dirut PT Berdikari Harry Warganegara, Plt Disnak Jatim, Moch Gunawan Saleh, Kadisnakeswan Kabupaten Lamongan, juga Direktur RNI, di salah satu peternakan di Kabupaten Lamongan, Minggu (28/2).

Pemprov Jatim, Bhirawa
BUMN dibidang Peternakan, PT Berdikari kini tengah menjajaki sapi bakalan di Jawa Timur, dengan melihat potensi suplai kebutuhan untuk di Jakarta dan Jawa Barat, dalam mempersiapkan kebutuhan untuk Hari Raya Qurban.

Selain Direktur PT Berdikari, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Direktur Perbibitan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan turut ke Kabupaten Lamongan didampingi Plt Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, juga Direktur Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara mengatakan, arahan dari Dirjen PKH Kementan RI, maka pihaknya mendatangi Kabupaten Lamongan melihat potensi suplai untuk kebutuhan di Jakarta dan Jawa Barat.

“Selain melihat potensi peternakan di Jatim diantaranya sapi, kami juga mencari bibit bibit sapi untuk tambahan di Jawa Barat tetapi kami juga ingin ada pembibitannya juga dilakukan di sini (Lamongan, red),” kata Harry Warganegara, Minggu (28/2).

Dikatakannya, saat kunjungan di 4 titik lokasi peternak di Kabupaten Lamongan, baik pihak PT.Berdikari maupun pihak pemerintah sangat antusias dengan perkembangan sapi potong yang ada dan akan melakukan komunikasi lebih lanjut guna memperoleh kesepatan kerjasama yang sesuai.

Nantinya, lanjut Harry, untuk PT.Berdikari (inti) akan memberikan permodalan kepada peternak sapi potong (plasma) untuk pembelian bibit sapi dan pakan selama masa pemeliharaan sekitar 4-6 bulan.
Kemudian peternak yang akan memelihara sapi-sapi tersebut. Diakhir masa pemeliharaan akan dijual kembali kepada PT.Berdikari dengan syarat ketentuan yang telah disepakati bersama antara PT.Berdikari dengan peternak sapi potong.

“Untuk itu, dalam penjajakan ini harus ada kepastian kemitraan antara PT Berdikari dan Kabupaten Lamongan, agar nanti dari segi produksi hingga harga supaya bisa stabil. Di Lamongan, saya lihat sapinya jumlah banyak sekali, bagus sekali dan memang harus ada hubungan kemitraan,” katanya.

Kerjasama bentuk lain, yaitu pembelian sapi bakalan siap potong secara langsung dari peternak dengan ketentuan bobot badan minimal 500 kg dengan harga dan ketentuan jual beli yang telah disepakati PT.Berdikari dengan peternak sapi potong.

Selain itu bentuk kerjssama lainnya, PT Berdikari menerima sapi bakalan yang siap potong diatas berat badan 500 kg dengan harga yang sudah disepakati dengan Jakarta dan Jawa Barat.

Ada lagi bentuk kerjasama berikutnya PT Berdikari juga bisa menerima dalam bentuk daging karkas dengan memanfaatkan potensi Rumah Potong Hewan (RPH) ber Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

“Sehingga peternak yang memiliki suplay bakalan yang siap potong dan telah memenuhi persyaratan pemotongan dapat memanfaatkan RPH ber NKV yang ada di sekitar lokasi peternak,” tambahnya.

Dirut PT Berdikari melakukan kesepakatan dengan peternak disaksikan Plt Disnak Jatim, Kadisnakkeswan Kabupaten Lamongan, Direktur Perbibitan Direktur Perbibitan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Direktur RNI.

Selain ke Kabupaten Lamongan, PT.Berdikasi juga melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Tuban dan Kabupaten Malang guna melihat suplay sapi bakalan yang ada di masing-masing wilayah serta kemungkinan kerjasama yang akan dilakukan.
Sementara, Plt Kepala Disnak Jatim, Moch Gunawan Saleh mengatakan, pada tahun 2020 untuk populasi sapi potong di Jawa Timur sebanyak 4.818.712 ekor. Sedangkan produksi daging sapi sebanyak 102.104 ton dan konsumsi sebanyak 101.899 ton.

“Dari jumlah tersebut, di Jawa Timur pada tahun 2020 masih terdapat kelebihan produksi (surplus) sebanyak 205 ton,” katanya.

Apalagi, lanjut Gunawan, Provinsi Jawa Timur melalui Intan Selaksa tahun 2020, maka angka kelahiran sapi di Jawa Timur sebanyak 1.089.589 ekor. Berdasarkan data populasi tahun 2020, angka kelahiran serta proyeksi produksi dan kebutuhan pada tahun 2021, diperkirakan tahun 2021 di Jawa Timur masih akan surplus daging sapi hingga memenuhi kebutuhan pada Hari Raya.

Melihat hal itu, peluang peternak sapi potong di Jawa Timur sangat besar. Gunawan mengatakan, untuk itulah perlu meningkatkan potensi-potensi yang ada di peternak-peternak sapi potong di Jawa Timur.
“Dan ditambah dengan pasar hewan yang ada, jumlah sapi hampir memenuhi kapasitas tampung. Jumlah itu saja menunjukkan sapi potong masih mencukupi kebutuhan,” paparnya.(adv)

Tags: