Jalankan Filosofi Desa Hilangkan Energi Negatif Pembangunan di Kelurahan Sisir

Pelaksanaan Ritual Pecah Kelapa dan arak-arakan Tumpeng Candi Sewu yang digelar di Kelurahan Sisir, Senin (13/1).

Kota Batu,Bhirawa.
Ada cara khusus bagi Kelurahan Sisir untuk melancarkan program pembangunannya. Warga kampung ini menjalankan Filosofi Desa (Kelurahan) untuk menghilangkan energi negatif yang kerap muncul saat menjalankan realisasi pembangunan. Pelaksanaan filosofi ini ditandai dengan menggelar Ritual Pecah Kelapa dan arak-arakan Tumpeng Candi Sewu yang dilaksanakan Senin (13/1) di Kantor Kelurahan Sisir.
Diketahui, ritual Pecah Buah Kelapa dan Potong Tumpeng Candi Sewu merupakan bagian dari kegiatan Selamatan Desa, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Sebelumnya Tumpeng Candi Sewu ini diarak dari Masjid Jami’ An Nur Kota Batu dengan melewati Alun-Alun Kota Batu. Arak-arakan ini berakhir di kantor Kelurahan Sisir yang berada di Jl Semeru.
Tumpeng ini diarak bersama-sama iring-iringan Reog Ponorogo, serta barisan perangkat kelurahan, lembaga Kelurahan, Ketua RT dan Ketua RW serta masyarakat.
“Selamatan warga dimulai dari awal bulan Januari diawali dengan gugur gunung, kita juga napak tilas dan bersih-bersih makam leluhur desa, Minggu (12/1) malam,”ujar Lurah Sisir, Sasongko Fitra Adhitama SIP MH, Senin (13/1).
Dalam napak tilas, jelas Sasongko, para tokoh masyarakat Kelurahan Sisir nyekar ke makam para leluhur, dimulai dari Pesarean Makam Eyang Watu Lanang, Eyang Sudjono, Eyang Karsinah, Eyang Jambirono, Eyang Banter dan Eyang Sulastri.
Kemudian giat napak tilas dilanjutkan dengan Kirab Tumpeng. Tahun-tahun sebelumnya memang belum dilaksanakan Kirab Tumpeng, baru kali ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur warga kampung atas keselamatan dan kesejahteraan.
“Dalam kirab tumpeng ini sekaligus sebagai doa dari warga masyarakat, agar ke depan Kehidupan masyarakat semakin sejahtera,” tambah Sasongko.
Adapun puncak kegiatan Selamatan Desa dilakukan dengan menggelar Ritual Pecah Buah Kelapa. Memecah buah kelapa dilakukan oleh Lurah Sisir, Sasongko didampingi tokoh masyarakat. Memecah buah kelapa ini memiliki filosofi menghilangkan energi negatif yang kerap kali muncul dalam melaksanakan program pembangunan.
“Jadi energi negatif ini diubag menjadi energi positif, mengembalikan kelapa yang keras menjadi cikal (tunas buah kelapa) yang berarti memperbarui niat dan semangat membangun Kelurahan Sisir,”pungkas Sasongko.(nas)