Jalin Kekompakan dengan Menghias Kue Perjuangan

3-ragam1Surabaya, Bhirawa
Biskuit Kokola turut menyemarakkan hari Pahlawan dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan 2000 aktivitas keluarga besar Al Azhar Jatim bersama masyarakat mulai dari anak anak, para ibu dan keluarga di Kampus Al Azhar Pakuwon City Surabaya.
Adapun salahsatu kegiatan yang melibat keluarga baik orang tua bersama putra atau putri yakni menghias kue bulat dengan biskuit Kokola. Namun selain itu juga masih banyak kegiatan lain seperti Parade Perjuangan, Jalan Sehat Akbar, Aktifitas parenting, Bazar sosial, tes kesehatan gratis serta berbagai lomba-lomba perjuangan seperti  Coloring competition.
“Tujuan kegiatan ini adalah sosialisasi dan edukasi memperingati hari bersejarah yakni Hari Pahlawan supaya nantinya bisa bermanfaat bagi para siswa maupun orang tua untuk menjalin kekompakan dan kreativitas. Selain itu juga untuk menambah branding Kokola yang halal, aman, sehat dan enak untuk dikonsumsi baik bagi anak-anak maupun bagi keluarga,” ungkap Public & Media Relation Biskuit Kokola, Andi Fian Octavia, Senin (10/11).
Sedangkan banyak peserta keluarga yang tampak antusias mengikuti kegiatan menghias biscuit perjuangan ini. “Dimana para ibu atau ayah bersama putra atau putri mereka sibuk bekerja sama menghias kue. Bahkan ada keluarga yang sangat kompak dimana si ayah dan putrinya mengenakan kostum perjuangan menyemangati si ibu dan putra mereka yang sibuk menghias kue,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dan tidak hanya dalam moment hari Pahlawan saja tapi juga di moment-moment lainnya di seluruh sekolah-sekolah di Indonesia. “Semoga apa yag kami lakukan kegiatan di sekolah Al Azhar ini bisa menjadikan kami terus eksis kedepannya sehingga kami bisa berbagi dengan sekolah lainnya baik berupa edukasi maupun sosialisasi bagi orang tua untuk mendidik anak cerdas berkualitas,” harapnya.
Semetara menurut Sekretaris YPI Al-Azhar Cabang Jatim, Atok Setiyawan, exhibition tersebut digelar setiap tahun untuk menunjukkan kepada orang tua, para siswa maupun calon siswa dan masyarakat tentang pola pendidikan dan hasil kegiatan belajar mengajar di Al-Azhar.
“Kami ingin menunjukkan kreativitas dan inovasi siswa, karena itu ada stan-stan yang memperlihatkan hasil keterampilan mereka,” pungkasnya.
Selain itu juga pihaknya menerapkan pendidikan yang diseimbangkan dengan karakter Islami dimana satu kelas memiliki paling banyak 25 siswa yang diajar 5 guru sehingga bisa memantau dan memberikan perhatian secara memadai.
“Siswa dibekali karakter Islami dengan wawasan global agar menjadi anak yang cerdas berkarakter,” katanya. [riq]

Keterangan Foto : Salah satu peserta terlihat antusias menghias biskuit ‘Kokola di Kampus Al Azhar Pakuwon City Surabaya . [achmad tauriq/bhirawa]

Tags: