Jamaah Umroh Diwajibkan Vaksin Influenza

Dinkes Jatim, Bhirawa
Untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona atau yang dikenal Middle East Respiratory Syndrome (MERS), jamaah umroh diwajibkan melakukan vaksin influenza dan vaksin meningitis. Vaksinasi dilakukan mengingat penyakit MERS telah menelan banyak korban di Arab Saudi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dr Harsono mengatakan, saat ini penularan MERS di Arab Saudi menjadi perhatian serius pemerintahan setempat, hal ini disebabkan jumlah korban meninggal lebih dari seratus orang. Banyak negara mulai gelisah dengan hadirnya MERS yang menelan banyak korban, seperti di Qatar, Kuwait, Yordania, Oman, Tunisia, beberapa negara Eropa hingga Amerika.  ”Untuk total penderita MERS di Arab Saudi berjumlah 396 orang dan yang meninggal mencapai 109 orang, Melihat kondisi tersebut diharapkan pemerintah kita harus berhati-hati untuk menghalau virus mematikan ini,” ujarnya.
Harsono mengatakan, selain melakukan vaksin influenza dan meningitis diharuskan para jamaah umroh/haji serta para wisatawan yang pergi ke daerah terjangkit harus selalu menjaga kesehatan, seperti menjaga kondisi fisik agar tetap sehat, makan dan minum bergizi, tidak memakan daging dan susu unta untuk sementara waktu dan menghindari kontak secara langsung dengan penderita MERS. ”Kebanyakan mereka yang pergi umroh tidak mengetahui secara pasti mana penderita MERS atau tidak yang terpenting adalah melakukan ibadah. Karena itu sebaiknya berhati-hati menjaga kesehatan,” jelasnya.
Mantan Bupati Ngawi ini menjelaskan, saat ini masih belum ditemukan obat untuk mengobati virus corona atau MERS, sehingga diperlukan kerja keras bagi para jamaah dan wisatawan yang pergi kesana. Menurutnya, dengan melakukan vaksin influenza minimal para jamaah umroh sedikit terlindungi dari penularan virus MERS. ”Para jamaah dapat melakukan pencegahan secara dini dengan menjaga imunitas tubuh. Jika imunitas tubuh baik maka penularan virus MERS sulit terjandi dan sebaliknya,” ucapnya.
Harsono meminta dengan menerapkan hidup sehat seperti selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik, segera menghubungi tenaga medis jika mengalami masalah kesehatan seperti demam, batuk, dan kesulitan bernapas (sesak napas atau napas pendek) penularan penyakit MERS dapat dicegah.  ”Yang tidak kalah pentingnya adalah selalu menggunakan masker saat berada di tempat umum dan keramaian, terutama saat melaksanakan ibadah umrah. Bagi orang berusia lanjut, wanita hamil, dan anak-anak yang akan pergi ke Arab Saudi disarankan untuk menunda kepergian,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan di atas salah satu jamaah Umroh dari Surabaya Supriana menyatakan, dirinya siap melakukan vaksinisasi influenza dan meningitis. Meski ada perdebatan terkait kehalalan vaksin meningitis oleh banyak pihak tidak menyurutkan niat dirinya untuk tetep melakukan vaksin. ”Yang saya tahu vaksin tersebut ada kandungan babinya sehingga perlu kehati-hatian dalam menyatakan kehalalan vaksin tersebut,” tambahnya.
MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai dengan berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas. Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas, dan tidak terdapat transmisi penularan antar manusia yang berkelanjutan. Kemungkinan penularannya dapat melalui langsung dan tidak langsung. Secara langsung melalui percikan dahak pada saat pasien batuk atau bersin. Sedangkan tidak langsung melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus. [dna]

Tags: