Jaring Calon KDH, Demokrat Bentuk Tim Tujuh

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

DPRD Jatim, Bhirawa
Meski pemerintahan Jokowi belum menetapkan pelaksanaan Pilkada (Pemilukada) dilakukan secara langsung atau tidak langsung alias dengan melalui dewan, namun DPD Partai Demokrat Jatim sudah menyiapkan calon yang akan diusung melalui Pilkada langsung. Bahkan partai berlambang mercy ini telah membentuk Tim Tujuh yang terdiri dari unsur DPD dan DPP.
Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Dr H Soekarwo SH, MHum menegaskan menghadapi 18 Pilkada di Jatim pada  2015, Partai Demokrat telah membentuk Tim Tujuh untuk melakukan seleksi penjaringan terhadap calon-calon yang akan diusungnya. Namun dengan catatan mereka yang diusung nanti harus sejalan dengan visi dan misi partai, meski di satu sisi calon tersebut memiliki tingkat elektabilitas tinggi di masyarakat  yang dilakukan oleh lembaga survei kredibel.
“Yang pasti sudah ada surat dari Ketua Umum (SBY) dan dibicarakan  untuk pembentukan Tim Tujuh. Dari tim tersebut komposisi terbanyak tentunya dari DPD. Di mana  Tim Tujuh nanti akan melakukan survei di daerah-daerah yang akan menggelar Pilkada,”tegas Soekarwo yang juga Gubernur Jatim yang ditemui usai rapat paripurna Pandangan Akhir Fraksi dalam APBD 2015 di Gedung DPRD Jatim, Senin (10/11).
Hasil dari Tim Tujuh ini juga akan diselaraskan dengan keinginan masyarakat, siapa saja yang akan layak diusung oleh Demokrat. Setelah itu Tim Tujuh nanti yang akan menentukan semuanya, siapa yang layak dan dapat rekomendasi.
Bagaimana dengan Koalisi Merah Putih (KMP) yang akan disolidkan khusus dalam pelaksanaan Pilkada 2015? Ditegaskan orang nomor satu di Jatim ini jika di Jatim tidak mengenal KMP, tapi yang ada adalah Koalisi Jatim. Di mana anggotanya tidak hanya KMP saja, tapi bisa Nasdem, Hanura, PKB atau bahkan PDIP. ”Di Jatim tidak mengenal istilah yang namanya KMP. Tapi yang ada adalah Koalisi Jatim. Sedang anggotanya adalah semua partai politik yang  ada di dewan,”lanjutnya.
Terkait dengan nama Tri Rismaharini, yang kini masih menjabat Wali Kota Surabaya yang digadang-gadang oleh sejumlah partai untuk didukung maju lagi dalam Pilkada Surabaya pada Desember 2015, mantan Sekdaprov ini tidak bisa menjawab dengan tegas. Namun Soekarwo menetapkan calon bupati/wali kota yang akan diusung oleh Demokrat harus sejalan dengan visi dan misi partai.  ”Meski calon tersebut memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi di masyarakat, sepanjang yang bersangkutan tidak sejalan dengan visi dan misi partai, ya tentunya Demokrat tidak akan mengusungnya,”paparnya.
Apa itu berarti Demokrat tak akan mengusung Risma? Menurut Soekarwo belum bisa dikatakan seperti itu. Tapi yang pasti sesuai garis partai calon yang akan diusung nantinya harus sejalan dengan perjuangan partai. Bukan sebaliknya, tidak tunduk dan patuh pada amanah dan perjuangan partai.
Seperti diketahui, selama ini Risma dianggap tidak tunduk dan patuh pada PDIP yang notabene adalah partai pengusung Risma dalam Pilkada Surabaya 2010 . Saat itu Risma maju sebagai Wali Kota Surabaya berpasangan dengan Bambang DH sebagai Wawali Kota Surabaya.  Belakangan Bambang DH mengundurkan diri dari Wawali Kota Surabaya agar bisa maju dalam Pilgub Jatim, namun akhirnya kalah. Posisi Bambang DH itu selanjutnya diisi kader PDIP Wisnu Sakti Buana yang menjabat Wawali Kota Surabaya sampai sekarang. Sayangnya Risma dan Wisnu kerap beda pendapat dan Risma dinilai tak patuh dengan kebijakan internal PDIP.  Namun Risma punya alasan,  dirinya dipilih oleh rakyat sehingga bisa menjadi Wali Kota Surabaya, bukan karena partai. Tentu saja sikap Risma seperti itu mengundang penolakan dari PDIP yang kabarnya menolak mengusung Risma kembali dalam Pilkada 2015 mendatang.
“Yang pasti PDIP tidak akan mengusung Risma pada Pilkada 2015, karena yang bersangkutan tidak patuh pada kebijakan partai,”tegas Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Bambang DH beberapa waktu lalu. [cty]

Tags: