Jatim Antisipasi Bencana Banjir

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memimpin apel hari pertama tahun 2020 di halaman kantor Gubernur Jatim, Kamis (2/1).

Gubernur Instruksikan Kewaspadaan Hadapi Curah Hujan Tinggi
Pemprov, Bhirawa
Intensitas hujan yang tinggi menjadi perhatian serius Pemprov Jatim untuk semakin meningkatkan kewapadaan. Hal tersebut menjadi pesan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada seluruh ASN di Pemprov yang disampaikan oleh Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat memimpin apel hari pertama tahun 2020, Kamis (2/1).
Emil Dardak panggilan akrab Wagub Jatim meminta kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jatim untuk ikut meningkatkan antisipasi bencana banjir. “Sesuai instruksi dari Ibu Gubernur meminta kita melakukan langkah-langkah antisipasi bencana banjir. Meningkatkan kesiapsiagaan kita, kewaspadaan kita,” ujar Emil.
Lebih lanjut disampaikannya, diharapkan semua ASN bisa ikut mempersiapkan dan memastikan langkah-langkah yang dapat dilakukan nantinya ketika banjir terjadi. Untuk semakin memantapkan langkah antisipasi, dirinya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan melakukan pengamatan terhadap kesiapan dalam menghadapi banjir. “Jangan sampai kemudian kita tidak memiliki kesiapan walaupun ini bukan hanya di level provinsi, tetapi juga kabupaten/kota,” tegas Mantan Bupati Trenggalek.
Berdasarkan laporan seminggu terakhir dari BPBD Jatim, lanjutnya, sebenarnya sudah terjadi banjir di beberapa daerah meskipun skalanya masih belum besar. Seperti di wilayah Bojonegoro, Madiun untuk Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo. Sedangkan untuk Daerah Aliran Sungai Brantas terjadi pada Mojokerto di Kali Sadar. “Di titik-titik inilah yang akan segera kita koordinasikan. Kepada Kepala Bakorwil terkait diharapkan untuk bisa meningkatkan kesiapsiagaan dan koordinasi,” katanya.
Selain itu, Emil Dardak juga meminta pengabdian sebagai insan Pemprov Jatim tidak dibatasi oleh DIPA, sehingga harus terus mencari langkah-langkah kreatif menangani masalah dari apa yang tertulis dalam DIPA.
Sebelumnya, Khofifah juga memginstruksikan agar OPD yang terkait kebencanaan di lingkup Pemprov Jatim untuk cepat tanggap dan respon atasi bencana. “Saya telah meminta kepada OPD terkait untuk segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi segala hal yang disebabkan akibat bencana dengan menyiagakan tim selama 24 jam penuh. Hal ini penting, mengingat kondisi cuaca yang ekstrim terutama curah hujan tinggi serta angin kencang. Sehingga beberapa daerah di Jatim berpotensi banjir dan rawan longsor,” urai Khofifah sapaan lekat Gubernur Jatim melalui pesannya di sela-sela melaksanakan ibadah umroh di tanah suci Madinah , Rabu (1/1).
Khofifah mengatakan, OPD yang sangat berperan langsung dalam hal tanggap bencana yaitu BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, dan Dinas PU. Sedangkan, intansi lain yang juga terkait yakni TNI, Polri, SAR, PMI, Basarnas, serta Kementrian PU yang ada di wilayah Jatim serta segenap relawan kebencanaan .
“Meskipun saat ini masih dalam suasana libur tahun baru, saya minta semua OPD di lingkup Pemprov Jatim maupun instansi terkait tetap siaga. Serta, segera menyiapkan antisipasi jika ada daerah-daerah yang terdeteksi rawan terjadi bencana,” ungkap mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.
Orang nomor satu di Jatim ini juga meminta kepada Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersama jajaran terkait dan instansi vertikal lainnya untuk terus berkoordinasi dan menyiapkan penanganan kebencanaan dengan cepat. Menurutnya, kesiapsiagaan dan kecepatan penanganan kebencanaan ini tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat.
“Saya harap pak Wagub bisa memimpin langsung untuk mengantisipasi segala hal yang bisa dilakukan untuk penanganan kebencanaan,” harap Khofifah.
Lebih lanjut dijelaskan, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan beberapa peralatan penanggulangan bencana, mobil tanggap darurat, dapur umum, tim medis, hingga kesiapan anggota tim tagana.
Selain itu, Khofifah juga mengimbau agar para bupati dan walikota di Jatim beserta perangkat daerahnya untuk terus memantau kondisi daerahnya masing-masing. Apalagi, berdasarkan prediksi dari BMKG hujan lebat akan terjadi di hampir seluruh wilayah Jatim hingga tanggal 7 Januari 2020.
“Saya harap para bupati/wali kota terus memantau dan mewaspadai kondisi alam di daerahnya, atas adanya fenomena cuaca ekstrim ini. Hal ini penting dilakukan, karena langkah-langkah antisipasi dan penanganan ini membutuhkan koordinasi dan sinergi dari semua pihak,” tutupnya. [tam]

Rate this article!
Tags: