Jatim Beri Tunjungan Hafidz Quran

5-Quranic Center-ACH-1 (Unt Foto A)Sidoarjo, Bhirawa
Setelah sukses memberikan tunjungan kepada sekolah maupun guru Madin (Madrasah Diniyah), Provinsi Jatim dalam waktu dekat memprogramkan pemberian tunjungan kepada Hafidz Qur an (penghafal Alquran).
Sebab para penghafal Alquran selama ini nasibnya sangat memprihatinkan sebab selama ini tak ada yang memperhatikan. Padahal, para hafidz sebenarnya juga sebagai guru di TPQ-TPQ yang ikut membentuk moral para generasi penerus kita, yang bisa melakukan berbagai kegiatan berjalan dengan baik. Itulah penegasan Wakil Gubernur Jatim, Drs Syaifullah Yusuf ketika meresmikan Graha Tahfidz Quranic Center di Desa Sidokare, Kec Sidoarjo, Rabu (25/6) kemarin.
Sambil mengelus dada, Wagub Syaifullah Yusuf menjelaskan, selama ini para hafidz ini kehidupan sehari-harinya perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Memang tak semuanya dari orang-orang yang telah mampu, tetapi yang belum mampu dan perlu mendapatkan perhatian juga masih banyak.
”Maka¬† kedepan kita akan upayakan para hafidz ini perlu mendapatkan tunjungan. Pemprov Jatim sudah melakukan pendataan, jumlahnya sekitar 5 ribu orang. Namun dalam pelaksanaanya harus diterapkan dulu penilaian, dengan model sertifikasi. ”Kalau mereka yang telah lulus dari tes sertifikasi. Baru mereka mendapatkan tunjangan,” katanya.
Gus Ipul (sapaan akranya) meminta kepada pemerintah daerah setempat juga ikut memikirkan atas pengisian kegiatan Gedung Quranic Center, atau ikut mengisi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, agar kedepannya terus ada kehidupan dan tak hanya sekedar seremonial saja terus hilang.
Kepala¬† Bagian Administrasi Kesra Sekretariat Pemkab Sidoarjo, Ilhamuddin yang mewakili Bupati Sidoarjo, siap dan mengangguk ketika mendapat permintaan Wakil Gubernur. ”Tolong laporkan ke Bupati Sidoarjo agar ikut memikirkan bagaimana kedepannya, gedung ini tetap hidup,” tegas Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Panitia atua penggagas Gedung Quranic Center, KH Muklhas mengungkapkan, kalau selama ini kondisi hafidz itu ‘tercecer’ dimana-mana. Tak ada tempat khusus untuk melakukan koordinasi atau kerjasama. ”Maka kami mempunyai ide untuk membuatkan wadah mereka, agar bisa menyatu dan bersatu untuk memperjuangkan moral anak-anak melalui menghafal Al Qur an,” tegasnya.
Dengan dibuatkan wadah seperti ini, kondisi perekonomian bisa terpantau dan mungkin juga bisa terbantu. Bisa berusaha atau berwirausaha, karena kantor ini nanti akan direncanakan untuk berbagai macam program, mungkin bisa TPQ bahkan juga untuk unit koperasi. ”Kalau sudah seperti itu kondisinya, kedepan nasib mereka juga bisa lebih sejahtera lagi,” katanya.
Selama ini, di Sidoarjo ada sekitar 400 hafidz-hafidzoh Quran, tetapi dalam perjalananya banyak yang mrotholi’ karena mereka masih disibukan dengan mencari penghidupan setiap harinya, bahkan ada pula yang menjadi tulang punggung keluarganya. ”Makanya wadah ini akan sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi mereka,” jelas KH. Muklhas. [ach]

Keterangan Foto : Wagub Jatim Syaifullah Yusuf ketika menandatangani peresmian Graha Tahfidz Quranic Center. [achmad suprayogi/bhirawa]

Rate this article!
Tags: