Jatim Jajal kekuatan Petarung Jabar

Ketua Umum Kodrat Jatim, Bambang Haryo.

Ketua Umum Kodrat Jatim, Bambang Haryo.

Surabaya, Bhirawa
Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jabar, atlet tarung derajat Jatim menggelar latihan bersama dengan petarung Jabar. Rencananya kegiatan ini akan digelar 28 Juli mendatang.
Selama seminggu para petarung Jabar dan Jatim akan melakukan uji coba, bahkan Ketua Umum Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jatim, Bambang Haryo menyambut baik uji coba ini.
“Ini menjadi suatu persahabatan yang baik antara dua provinsi. Untuk itu kita menerima jika mereka datang ke sini untuk try out,” ujar ketua umum pengprov Kodrat Jatim, Bambang Haryo, kemarin (10/7).
Hanya saja ia berharap para atlet dari kedua provinsi bisa melakukan kontrol agar tidak ada yang cedera. “Satu ronde aja sudah cukup bagi atlet untuk mengerluarkan seluruh kemampuannya,” katanya.
Lebih lanjut pria yang juga anggota DPR RI ini mengatakan , pihaknya sangat mendukung akan kedatangan tim Jabar ini. Sebab, dari sparing yang dilakukan atlet kedua provinsi ini, pihaknya bisa melakukan evaluasi sebelum terjun ke PON XIX. Sisa waktu satu bulan, dirasa cukup guna memperbaiki kekurangan yang ada. Selain itu, Jatim bisa mengukur kekuatan Jabar yang akan menjadi salah satu saingan utama di pekan olahraga empat tahunan nanti. “Di try out ini kita bisa ambil keuntungan juga. Ada jeda waktu cukup panjang untuk memperbaiki kekurangan kita,” jelasnya.
Saat ditanya tidak ada ketakutan akan terbongkar strategi Jatim, Bambang menegaskan, jika tidak ada yang harus dirahasiakan. Jarak satu bulan setelah try out dengan pelaksanaan PON XIX Jabar, cukup panjang. Ada jeda waktu untuk memperbaiki dan merubah teknik bertarung atlet. Bahkan, Bambang meminta setiap atlet untuk menampilkan seluruh kekuatan. Agar evaluasi yang dijalankan bisa maksimal. Dan hasilnya, selepas itu akan lebih baik lagi demi meraih target dua medali emas.
“Kita tunjukkan seluruh kekuatan. Buat apa kita tutupi. Kalau bisa, kita bikin grogi mereka (Jabar, Red). Setelah itu masih ada waktu satu bulan. Itu cukup panjang untuk memperbaiki dan merubah teknik kita. Ini bisa kita jadikan sebagai evaluasi terakhir,” tandasnya. [wwn]

Rate this article!
Tags: