Jatim Kekurangan 4,2 Juta Vaksin Dosis Kedua

Gubernur Khofifah meninjau pelaksanaan vaksinasi di Unesa dan ITS. Dalam kesempatan ini, Gubernur sampaikam apresiasi atas peran PT dalam membantu percepatan vaksinasi di Jatim.

Gubernur Khofifah Koreksi Target 70 Persen Vaksinasi
Pemprov, Bhirawa
Upaya percepatan vaksinasi di Jatim terus dilakukan hingga per 1 Agustus kemarin telah mencapai 7,64 juta sasaran atau 24,02 persen dari target 31,8 juta untuk pemberian dosis pertama. Sayang, capaian vaksinasi untuk dosis kedua belum dapat memenuhi harapan sehingga capaiannya masih di angka 10,07 persen atau 3,2 juta sasaran. Rendahnya pemberian dosis kedua ini lantaran stok vaksin di Jatim dalam kondisi yang kekurangan.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di sela kunjungannya memantau pelaksanaan vaksinasi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (2/8). Diakui Khofifah, saat ini yang telah jatuh tempo untuk untuk pemberian dosis kedua masih kurang 4,2 juta.
Karena itu, pihaknya berharap akan ada percepatan droping vaksin ke Jatim dari pemerintah pusat. Sebab, animo masyarakat Jatim saat ini untuk mengikusi vaksinasi sangat tinggi dan yang telah jatuh tempo untuk dosis kedua harus segera terpenuhi. “Jadi ya kita berharap mendapat droping sebanyak mungkin, sesegera mungkin. Untuk memenuhi dosis kedua sekaligus perluasan dosis pertama,” ujar Khofifah.
Selain dosis kedua yang belum tercukupi, Khofifah juga memastikan target vaksinasi 70 persen per tanggal 10 Agustus ini tidak dapat tercapai. Penyebabnya sama, kekurangan stok vaksin sehingga pelaksanaan vaksinasi per hari juga tidak sesuai target. “Sebenarnya kita pernah menargetkan 10 Agustus sudah 70 persen, itu kalau per 3 Juli kita bisa 315 ribu vaksin per hari mulai tanggal 3 Juli. Dengan catatan kita mendapat suport vaksin yang cukup, maka 10 Agustus ini sudah bisa 70 persen dari 31 juta warga Jatim yang menjadi sasaran vaksinasi,” tutur mantan Menteri Sosial RI tersebut.
Berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim, pada 1 Agustus capaian target vaksin harian baru bisa mencapai 26.486 vaksinasi per hari atau 8,83% dari target harian sebanyak 300 ribu. Bahkan untuk sejumlah daerah pada tanggal yang sama tidak dapat melaksanakan vaksinasi sama sekali.
Seperti Kabupaten Magetan yang ditargetkan 4.949 vaksinasi per hari dan Kota Mojokerto 977 vaksinasi per hari tidak dilakukan sama sekali. Sedangkan untuk Kabupaten Probolinggo dengan target harian 8.503 vaksinasi hanya terealisasi 4 vaksinasi, Tuban dengan target 8.838 vaksinasi dilakukan 9 vaksinasi serta Pacitan dengan target 4.324 vaksinasi hanya dilakukan 8 vaksinasi. Khofifah menegaskan, distribusi vaksin di daerah akan sesuai dengan kondisi stok yang ada di pusat. “Kita juga melihat bahwa vaksin ini sesuai dengan kapasitas yang ada di pusat kemudian didistribusikan ke masing-masing daerah,” sambung dia.
Pada kesempatan yang sama Gubernur Khofifah juga menyampaikan perkembangan terkait PPKM Level 4 yang diperpanjang oleh Presiden RI Joko Widodo mulai 3 hingga 9 Agustus mendatang. Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 27 tahun 2021, terdapat sedikitnya 30 daerah yang menerapkan PPKM Level 4. Jumlah daerah yang menerapkan PPKM Level 4 ini tak sebanyak daerah yang masuk dalam zona merah di Jatim sebanyak 34 kabupaten/kota. “Inmendagri sudah turun dan hari ini akan keluar SK Gubernur seperti biasa untuk menjadi refrensi yang lebih detail,” tutur Khofifah.
Sejumlah daerah dengan status zona merah yang tidak termasuk dalam PPKM Level 4 antara lain Kabupaten Bojonegoro, Pacitan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Jember dan Sampang. Sementara itu, dua daerah dengan status zona oranye di Jatim masuk sebagai daerah pelaksana PPKM Level 4, yakni Sumenep dan Ngawi.
Khofifah mengklaim, dari evaluasi PPKM di Jatim telah menunjukkan perkembangan yang baik. Di antaranya ialah penurunan kasus yang terkonfirmasi positif yang sempat mencapai hampir 8 ribu dan kemarin sudah turun hingga di angka 3 ribuan. Laporan tersebut dilaporkan secara otomatis (auto rilis) yang diinput oleh masing-masing pengelola lab.
Begitu juga Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi di Jatim yang saat ini sudah di posisi 67 persen terisi. Angka ini menurun signifikan karena pada awal PPKM Darurat 3 Juli lalu keterisiannya mencapai 84 persen.
“Untuk BOR ICU sudah 80 persen yang waktu itu di beberapa daerah sampai 90 persen. Artinya sudah ada indikasi melandai. Tetapi ini harus tetap dijaga dengan kewaspadaan. Tetap menggunakan masker, protokol kesahatan serta percepatan vaksinasi,” tutur Khofifah.
Terkait perkembangan kasus Covid-19 di Jatim per 1 Agustus, penambahan jumlah kasus positif sebanyak 2.489 orang dengan penambahan kasus yang sembuh sebanyak 5.829 orang. Saat ini, jumlah pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak 49.885 orang atau 15,85 persen dari total kasus kumulatif di Jatim sebanyak 314.592 orang.

Vaksinasi di Kampus
Selain di Unesa, Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jatim, Kepala Kejati (Kajati) Jatim dan jajaran juga meninjau pelaksanaan vaksin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). “Beberapa minggu yang lalu saya meninjau pelaksanaan vaksin di Unair, hari ini (kemarin) ITS dan Unesa, beberapa hari yang lalu Unisma dan UMM dan selanjutnya ke UB,” ujar dia.
Khofifah juga mengucapkan apresiasinya untuk peran perguruan tinggi (PT) di Jatim yang gotong royong melaksanakan vaksinasi. “Terimakasih untuk PT yang telah membangun gotong royong dan membantu percepatan vaksinasi di Jatim,” imbuh dia
Sementara itu, Rektor Unesa Prof Nurhasan menyampaikan dalam pelaksanaan vaksinasi ini kuota yang diberikan sebanyak 5.000 dosis pertama jenis AstraZaneca, 2.000 diantaranya diperuntukkan untuk masyarakat umum dan 3.000 lainnya untuk civitas akademika dan mahasiswa. “Tidak ada syarat khusus. Hanya membawa KTP saja untuk vaksin maka akan kami layani,” ujar dia.
Lebih lanjut, dalam pelaksanaan vaksinasi kali ini, Unesa juga menggelar donor plasma konvalesen untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, juga menyiapkan 1.000 sembako bagi masyarakat yang terdampak PPKM level 4. Tak hanya itu, bantuan berupa alat kesehatan seperti tabung oksigen juga disediakan Unesa dengan harga yang murah.
“Selain vaksinasi, kami juga berbagi untuk membantu masyarakat yang terdampak. Ada temen-teman gojek yang vaksin dan kita beri sembako. Kita siapkan 1.000 sembako,” urainya.
Dihari yang sama pelaksanaan vaksinasi juga dilakukan Intitute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 ini, sebanyak 6.000 dosis pertama jenis Sinovac di siapkan ITS.
“Vaksinasi ini dapat terlaksana atas dukungan Pemprov Jatim yang telah memberikan 6.000 dosis vaksin untuk disalurkan kepada sivitas akademika beserta keluarga, alumni beserta keluarga, dan masyarakat di sekitar lingkungan ITS,” kata Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD.
Bambang mengatakan jika 6.000 dosis vaksin tersebut dialokasikan sebanyak 2.000 dosis untuk pegawai beserta keluarga, 1.150 dosis untuk mahasiswa, 1.350 dosis untuk alumni beserta keluarga, dan 1.500 dosis bagi masyarakat di sekitar lingkungan ITS. [tam.ina.bed]

Tags: