Provinsi Jawa Timur Kekurangan Penyidik PNS

PPNSPemprov Jatim, Bhirawa
Saat ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Jawa Timur kekurangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam menangani setiap perkara pelanggaran yang berkaitan dengan pelaksanaan penegakkan peraturan daerah (perda).
Kepala Satpol PP Jatim, Drs Sutartib mengatakan, banyaknya PPNS yang pensiun, dan belum berjalannya kaderisasi PPNS menjadi salah satu faktor tenaga pengawas di masing-masing kabupaten/kota di Jatim tidak ideal.
“Di provinsi itu, kalau dihitung sama SKPD itu kurang lebih ada 165, namun dilihat dari kebutuhan sangat kurang sekali, sekarang perda yang ada di Jatim itu berapa jumlahnya, itu harus disesuaikan, kalau bisa setiap PPNS itu menangani satu Perda, itu baru bisa ideal, karena apa kalau satu perda satu orang, maka akan memudahkan penindakan,” ungkap Sutartib, Rabu (9/7).
Menurut Sutartib, minimal masing-masing SKPD kabupaten/kota di Jatim memiliki sekitar 160  orang PPNS. Akan tetapi saat ini, jumlah PPNS masih di bawah standar. Narto memperkirakan, dari keseluruhan 3.500 satpol PP di Jatim, hanya 15 persen yang sudah memiliki dan mendapatkan pelatihan satpol PP dan penyidikan.
“Namun dari jumlah itu tidak sepenuhnya anggota satpol PP tersebut memiliki sertifikat penyidikan,” katanya didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur Satpol PP Provinsi Jatim, Sunarto.
Lebih lanjut, Sunarto juga menambahkan, guna memaksimalkan penegakkan pelanggaran Perda, tidak hanya bergantung pada kesigapan petugas penindak dalam hal ini Satpol PP. Sebaliknya, juga diperlukan ketersediaan personil PPNS yang paling ideal setiap SKPD terdapat dua PPNS tergantung kebutuhan.
Adanya PPNS ini, lanjutnya, sekaligus mempercepat proses pemeriksaan untuk diajukan ke persidangan. Menurut Narto SKPD bisa dilengkapi petugas PPNS disesuaikan kebutuhan masing-masing.
“Misalnya saja untuk  Dinas koperasi dan perindustrian perdagangan diberi beberapa PPNS, begitu juga  Disnakertransduk, maupun SKPD lainnya, itu untuk memudahkan melakukan pengawasan dan penindakan,” tandasnya. n [rac]

Tags: