Jatim Krisis Dokter Umum

dokterSurabaya, Bhirawa
Sebagai daerah maju di Pulau Jawa, Jatim masih kekurangan tenaga medis atau dokter umum. Dari data yang dihimpun, Jatim kekurangan 10.010 dokter tenaga dokter yang tersebar di beberapa rumah sakit dan puskesmas di Jatim.
Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Harsono mengatakan, saat ini jumlah tenaga dokter hanya 5.423 orang dan angka ini jauh dari kebutuhan dokter ideal 15.443 orang. Banyaknya kekurangan tenaga dokter ini disebabkan karena tidak minatnya dokter umum yang mau praktik dan mendaftarkan diri sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Selain itu kurang pedulinya dokter umum yang sudah lulus untuk bekerja di daerah-daerah terpencil di kabupaten/kota di Jatim. ”Kebanyakan dari dokter umum bersedia praktik hanya di kota-kota besar seperti Surabaya, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, sedangkan di kabupaten yang jauh dari kota jarang ditemukan dokter praktik,” jelasnya dikonfirmasi, Minggu (2/3).
Mantan Bupati Ngawi ini menyatakan, untuk mengatasi minimnya dokter di Jatim Dinkes akan membuat sebuah Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tenaga Kesehatan yang akan diusulkan ke dewan. Saat ini Dinkes baru menggodok draf Raperda tentang Tenaga Kesehatan dan akan rampung Juli mendatang. ”Kita masih tahap penelitian lapangan, belum ke hasil penelitian, drafting, penyusunan Raperda, konsultasi ke pakar, semiloka, draf II, studi banding, dan konsultasi ke Menkes. Jadi masih banyak tahapan yang akan ditempuh,” ujarnya.
Harsono mengatakan, Raperda yang nantinya akan menjadi Perda  akan mengatur ketersediaan tenaga dokter dengan jumlah kebutuhan di rumah sakit atau puskesmas yang ada di Jatim. Banyak dari rumah sakit dan puskesmas saat ini yang membutuhkan tenaga dokter. Jika dilihat saat ini, jumlah rumah sakit milik pemerintah di Jatim sebanyak 52 rumah sakit dan jumlah puskesmasnya mencapai 1.000 puskesmas. ”Yang rawan dan kekurangan dokter ini kebanyakan di puskesmas, sedangkan rumah sakit relatif terpenuhi. Kalaupun ada kekurangan, hanya beberapa saja,” terangnya.
Ke depan pria bercamata ini berharap akan secepatnya menyelesaikan draft Raperda Tenaga Kesehatan. Menurutnya, Raperda ini akan memberikan regulasi yang jelas akan kebutuhan dokter di lapangan. ”Saya yakin jika regulasi ini ditetapkan akan ada sebuah pemerataan dokter baik di rumah sakit maupun di puskesmas.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Jatim Hertanto menyatakan kekurangan tenaga dokter di rumah sakit dan puskesmas terjadi kebanyakan di daerah Mataraman, tapal kuda dan Madura. Menurutnya daerah tersebut  selain jauh dari kota, juga minim akan akses ke rumah sakit. ”Jika di puskesmas Madura yang daerahnya terpencil dan kepulauan akan sulit ditemukan dokter yang praktik di sana,” ucapnya.
Disinggung apakah keengganan dokter yang praktik di daerah terpencil dikarenakan minimnya honor, menurutnya kemungkinan itu selalu ada. Sebab ada beberapa dokter mengeluhkan besarnya honor yang didapat kurang sesuai dengan pengorbanan. ”Jika kita hanya mempermasalah honor sebenarnya kurang bijak karena profesi dokter adalah pekerjaan mulia dan bersifat menolong orang,” ucapnya.  [dna]

Rate this article!
Jatim Krisis Dokter Umum,5 / 5 ( 1votes )
Tags: