Jatim Siap PPKM Mikro Berbasis Partisipasi Masyarakat

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto, Sekdaprov Heru Tjahjono, Bupati Madiun Ahmad Dawami meninjau persiapan PPKM Skala Mikro di Kampung Semeru Desa Ngale Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun, Minggu (7/2).

Optimalkan Kembali Peran Kampung Tangguh
Pemprov, Bhirawa
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jatim telah menujukkan hasil yang positif dalam menurunkan sebaran zona merah yang saat tinggal 2 daerah. Selain itu, Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi telah menurun saat PPKM dimulai tanggal 11 Januari tercatat 79 % saat ini tercatat 55 %. BOR ICU semula tercatat 73 % saat ini menjadi 67 %.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, terdapat dampak yang signifikan dalam menekan penyebaran Covid-19 selama PPKM di Jatim. Karenanya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait PPKM Mikro, Pemprov Jatim berkomitmen untuk melaksanakan PPKM Mikro dengan modal sosial yang telah dipupuk sejak 8 bulan yang lalu, yakni melalui Satuan Kampung Tangguh.
“Jadi kami berkomitmen melaksanakan PPKM Mikro melalui salah satu embrio yang dimiliki sejak 8 bulan lalu yaitu Kampung Tangguh,” terang Khofifah saat ditemui di Kampung Tangguh Semeru desa Ngale kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun, bersama bersama Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen Suharyanto, Sekdaprov Heru Tjahjono, Bupati Madiun Ahmad Dawami Minggu(7/2).
Khofifah menjelaskan, Kampung Tangguh ini sendiri adalah inovasi yang telah diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan dukungan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemerintah Kota/Kabupaten, Perguruan Tinggi, untuk menciptakan Satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat yang mampu bergotong-royong dalam penanganan Covid-19. Dimana, inovasi ini sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa penanganan Covid-19 harus dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kampung Tangguh dapat berbasis RT, RW, kelurahan maupun desa.
“Kampung Tangguh yang sudah ada di Jatim ini tentunya adalah suatu bentuk kearifan lokal yang akan membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19,” imbuh Khofifah.
Ditambahkan, kebersamaan dalam pelaksanaan kampung tangguh juga akan menciptakan empathy building dan social bonding dalam pelaksanaan PPKM Mikro serta untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.
Untuk diketahui, per tanggal 07 Februari 2021, jumlah Kampung Tangguh yang ada di Jatim telah mencapai 3.160 dan terus akan bertambah.
Berdasarkan Instruksk Mendagri no 3 tahun 2021, Jatim termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelakanan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya dan Madiun Raya. Pemberlakuan PPKM Mikro akan dilaksanakan tanggal 9-22 Februari 2021.
“Kami harapkan pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar di Jatim. Tentunya dengan dukungan seluruh elemen baik TNI, POLRI, serta masyarakat. Utamanya, dengan terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh yang memang sudah kita terapkan di Jatim,” pungkas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.
Sementara itu, Bupati Madiun H Ahmad Dawami mengaku siap melakukan PPKM Mikro Madiun Raya dengan adanya posko hingga setiap desa dan RT. Warga Madiun bisa tetap menjalankan roda perekonomian meski penerapan One Gate System di setiap desa kelurahan.
“Kita tidak memutus roda ekonomi masyarakat karena meskipun ada penerapan satu pintu masuk desa itu merupakan untuk memonitoring kegiatan warga. Jualan sayur boleh asalkan tetapkan protokol kesehatan. Jadi saya harap masyarakat Madiun tidak salah paham mengartikan one gate system,”kata Bupati Madiun.
Bupati Madiun sangat mendukung kebijakan PPKM Mikro. Menurutnya, sistem ini secara tidak langsung telah diterapkan dengan adanya one gate system di setiap Desa/Kelurahan.
“Sayangnya, banyak masyarakat yang masih salah paham dengan sistem one gate ini. Warga tetap diperbolehkan masuk tapi wajib melaksanakan protokol kesehatan ketat. Kasus kematian sebelum dan saat PPKM setiap hari ada satu hingga dua. Namun sejak ada one gate ini sudah menurun angka kematiannya,” jelas Bupati. [dar.tam]

Tags: