Jatim Tuan Rumah Asian Games 2022

Menpora Roy Surya, Ketua PWI Jatim dan Kadispora Jatim saat memberikan keterangan kepada pers soal peluang Jatim menjadi tuan rumah Asian Games 2022. [wawan triyanto/bhirawa]

Menpora Roy Surya, Ketua PWI Jatim dan Kadispora Jatim saat memberikan keterangan kepada pers soal peluang Jatim menjadi tuan rumah Asian Games 2022. [wawan triyanto/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Jika tidak ada kendala, Jatim akan menjadi tuan rumah Asian Games 2022. Sebab Vietnam yang sebelumnya ditunjuk sebagai penyelenggara multieven paling bergengsi tingkat Asia itu kabarnya mengundurkan diri.
“Kabar terbaru, Vietnam akan menyatakan mundur (sebagai tuan rumah Asian Games 2022). Indonesia sebagai negara terkuat kedua (dalam bidding), harus menyatakan keberanian,” kata¬† Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, saat berkunjung ke Surabaya, Sabtu (5/4) malam.
Sekalipun nantinya sudah ganti pemerintahan, termasuk Gubernur Jatim, Menpora maupun presiden, gelaran Asian Games 2022 di Jatim harus mendapatkan dukungan seluruh kalangan.”Siapapun gubernurnya, siapapun menporanya, siapapun presidennya, ini Indonesia. Saya tidak memandang siapa nanti (yang menjabat). Masyarakat harus siap,” tegas politisi Partai Demokrat yang juga dikenal sebagai pakar telematika itu.
Sekadar Informasi, Indonesia pernah sekali menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962 saat dipimpin Presiden Soekarno. Ketika itu, kontingen Indonesia berhasil nangkring di peringkat dua setelah Jepang, dengan raihan 21 medali emas, 26 perak dan 30 perunggu. Prestasi itulah yang sampai sekarang belum terulang.
Bonus SEA Games Cair
Pada kesempatan itu Roy Suryo juga menjelaskan, kalau dalam waktu dekat Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) segera mencairkan bonus atlet dan pelatih yang sukses menyumbangkan medali di SEA Games 2013 Myanmar. Dijadualkan, penyerahan bonus secara simbolik berlangsung di salah satu hotel di Jakarta pada Senin (7/3) hari ini.
Bonus sekaligus diberikan kepada kontingen Indonesia yang berlaga di Paralympic Games 2014 Myanmar. “Setelah 14 tahun ikut Paralmypic Games, baru 2014 ini Indonesia menjadi juara umum,” katanya.
Pemberian bonus tidak akan dilewatkan Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang olahraga (cabor). Melainkan ditranfer langsung ke rekening atlet maupun pelatih yang bersangkutan. Maka dari itu, setiap penerima bonus diharapkan melengkapi dan merapikan dokumen tabungannya.
Pihak Kementrian Keuangan (Kemenkeu) meminta, setiap dokumen yang diserahkan harus ada transaksi ataupun pergerakan dalam tiga bulan terakhir. “Ini yang menjadi kesulitan. Kalau itu belum lengkap, belum bisa dicairkan. Kenapa saya sampaikan simbolis, karena pencairan hanya untuk penerima yang sudah siap,” terang Roy.
Menpora menegaskan, bonus yang diberikan bukan termasuk dana Bantuan Sosial (Bansos). Ia pun sudah berkomunikasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan ini perlu dijelaskan mengingat sekarang jelang Pemilu 2014. “Sempat tarik ulur. Kita (Kemenpora) gulirkan, Kementrian Keuangan sempat hentikan, karena masuk nomenklatur Bansos. Tapi saya sudah tegaskan bukan bansos, sudah bertemu Pak Chatib Basri (Menteri Keuangan),” ungkap Roy. [wwn]

Rate this article!
Tags: