Jatim Usulkan GTT Masuk Prioritas PPPK

Tenaga Pendidik Tak Masuk Formasi CPNS 2021
Pemprov, Bhirawa
Pemerintah tengah fokus mengangkat tenaga pendidik atau guru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerjasama (PPPK) di tahun 2021. Kendati tak masuk dalam formasi CPNS, namun peluang menjadi PPPK terbuka untuk guru di segala usia dengan total formasi yang diusulkan sebanyak 13.787 lowongan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis menjelaskan, tahun 2021 Pemprov Jatim telah mengajukan usulan pegawai sebanyak 16.398 lowongan ke Kementerian PAN-RB. Rinciannya sebanyak 1.586 CPNS dan 14.812 formasi PPPK (Selengkapnya lihat tabel). “Guru memang tidak masuk daam formasi CPNS tahun ini. Memang sesuai program pemerintah yang ingin mengangkat 1 juta guru dan kita ( Jatim) mengajukan 13.787 guru. Itu jumlah yang banyak,” tutur Nurkholis dikonfirmasi, Senin (26/1).
Melalui skema PPPK ini, pemerintah berharap dapat menampung sebanyak mungkin jumlah guru. Bahkan dengan PPPK, guru yang akan pensiun pun berkesempatan mengikuti seleksi. “Tidak hanya dibatasi yang usianya 35 tahun. Mau pensiun pun bisa mendaftar PPPK,” jelas Nurkholis.
Bahkan, lanjut Nurkholis, Pemprov Jatim telah mengusulkan ke Menteri PAN -RB agar memberikan prioritas bagi guru yang telah mengajar lebih dari lima tahun. Misalnya seperti GTT (Guru Tidak Tetap) yang diharapkan dapat menjadi pertimbangan khusus. “Ada usulan Kepala Dindik Jatim agar diberikan prioritas bagi mereka yang sudah lima tahun mengabdi. Kasihan mereka sudah lama kerja tapi kesempatannya sama kan tidak ada poin,” jelas Nurkholis.
Terkait pelaksanaan, Nurkholis memperkirakan proses seleksi dapat dilaksanakan pada triwulan kedua tahun ini. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan bisa dilaksanakan. Termasuk formasi yang akan disetujui Menteri PAN – RB untuk Pemprov Jatim. “Jumlah itu masih yang kita ajuan. Semoga disetujui. Kita ini hanya panselda yang melaksanakan kebijakan panselnas,” tutur Nurkholis.
Untuk seleksi PPPK, Nurkholis menjelaskan bahwa setiap pelamar juga harus mengikuti tes layaknya CPNS. “Sama, harus ikut tes CAat (Computer Assissted Test) juga,” pungkas dia. [tam]

Tags: