Jauh dari Harapan, Indonesia Hanya Miliki 5.389 Profesor

Sebanyak 45 Profesor di seluruh Indonesia dan tiga pelaku yang bekerjasama dengan Majelis Guru Besar PTNBH dalam Profesor Summit 2020 beberapa waktu yang lalu.

45 Persen Berada di 11 PTNBH Terpusat di Pulau Jawa
Surabaya, Bhirawa
Tantangan besar tengah dihadapi profesor di Indonesia. Bahkan Ketua Asosiasi Profesor Indonesia (API), Prof Dr Ir H Ari Purbayanto MSc menyebut profesor di Indonesia belum merdeka dan belum bersatu. Ia juga menilai sebanyak 5.389 profesor masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan 268 juta jumlah penduduk Indonesia.
“Para profesor Indonesia tak boleh hanya berdiam saja agar negara tidak salah arah. Kita harus terus meningkatkan kualitas dan kuantitas, memberi masukan kepada pemerintah dan mampu membawa negara ini menjadi lebih maju,” ungkapnya dalam Professor Summit 2020 yang diselenggarakan secara Daring pada 3 hingga 6 Nopember 2020.
Prof Ari menjelaskan, sebanyak 45% dari 5.389 profesor yang dimiliki Indonesia masih berada di 11 PTNBH yang terpusat di Pulau Jawa. Para professor belum merdeka sebab masih terkungkung di kampus masing – masing, dan kualitas wilayah pelosok belum banyak tersentuh sebab terlalu terpusat di Pulau Jawa. Yang dipertanyakan, mengapa profesor tidak diberikan kebebasan mengajar di kampus – kampus lain.
Prof Ari menyesali gelar profesor di Indonesia yang terlalu terpaku pada publikasi Scopus. Menurutnya, seharusnya profesor mampu berinovasi dan diakui manfaatnya, selain menulis di jurnal Scopus yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan dari gelar profesor. Namun, kenyataannya jika belum terakreditasi scopus maka ia tidak akan diakui sebagai profesor.
Tak hanya itu, pihaknya juga menyoroti adanya topik penelitian yang sebenarnya sangat berkualitas, namun bisa saja tidak terdanai karena keterbatasan dana yang tersedia. Di Malaysia masih jauh lebih baik dari Indonesia, sebab mereka setiap membuat proposal langsung mendapat dana, sementara di Indonesia harus diseleksi karena dana yang dibatasi.
Dalam kesempatan ini, 11 karya inovasi juga dipresentasikan 11 profesor. Sekretaris Dewan Profesor ITS, Prof Dr Ir Imam Robandi MT menjelaskan, sebagai forum bertukar informasi khususnya di era pandemi, Professor Summit 2020 diisi dengan enam seminar nasional yang mengangkat berbagai topik dan bidang. Serta di penghujung acaranya, menyajikan Seminar Karya Inovasi Profesor dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).
“Tujuannya untuk memompa para guru besar agar selalu berkarya, meningkatkan sensitivitas atau kepekaan, idealisme, integritas, dan mengutamakan kebermanfaatan untuk bangsa dan masyarakat,” ungkap guru besar Teknik Elektro ITS ini.
Meski mengambil tema Challenges of Professors in the Era of Covid 19 Pandemic and Beyond atau Tantangan Profesor di Era Pandemi Covid 19 dan Sesudahnya, Imam menuturkan, inovasi – inovasi yang dipresentasikan tidak melulu berkutat dalam masalah pandemi. Salah satu contohnya adalah inovasi mengenai Keselamatan Kapal dan Keamanan Instalasi Laut yang dibawakan Prof Ketut Buda Artana dari ITS.
“Inovasinya membentuk sistem cerdas early warning (peringatan dini) agar kapal – kapal dapat berjalan mulus di rutenya masing – masing dan terhindar dari kecelakaan seperti tabrakan dengan jaringan pipa gas bawah laut dan sebagainya,” paparnya.
Selain itu, ada juga presentasi terkait inovasi yang berkaitan dengan pandemi Covid 19. Salah satunya yaitu mengenai Vaksin Covid 19 yang dibawakan Prof Kusnandi Rusmil dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
“Ke 11 inovasi yang disajikan pada hari terakhir Professor Summit 2020 ini sangatlah inovatif dan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DP ITS Prof Dr Nadjadji Anwar pun menganugerahi 11 profesor yang mempresentasikan karya inovasinya dengan penghargaan Outstanding Professor in Research Innovation. Dalam sambutannya, guru besar Departemen Teknik Sipil ini berharap agar semua karya inovasi yang telah dipresentasikan dapat diwujudkan dan dimanfaatkan di masyarakat.
“Sekecil apapun hasil yang dirasakan saat ini, niscaya akan memberi dampak yang signifikan pada saatnya nanti,” tandasnya. [ina]

Tags: