Jawa Timur Borong 32 Penghargaan di BKN Award 2022

Gubernur Khofifah bersama 17 kabupaten/ kota se Jatim saat menerima penghargaan di BKN Award 2022 di Golden Tulip Batu, Rabu (10/8).

Pemprov Jatim, Bhirawa
Gubernur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kinerja terbaiknya memimpin Pemprov Jatim. Kali ini, kinerja terbaik itu ditunjukkan di bidang kepegawaian dengan memborong penghargaan di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Award 2022.
Dalam ajang tersebut, Pemprov dan Pemkab/ Pemkot di Jatim berhasil memborong 32 penghargaan di berbagai kategori. Rinciannya tiga kategori penghargaan untuk Pemprov Jatim, antara lain Implementasi Manajemen ASN Terbaik, Terbaik 1 Kategori Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian, dan Terbaik ke IV Kategori Penilaian Kompetensi. Sementara untuk 29 penghargaan lainnya diberikan BKN untuk 17 kabupaten/ kota se Jatim.
Atas prestasi yang diraih, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasinya kepada seluruh ASN baik di Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot yang telah berhasil menorehkan prestasinya. Menurutnya, prestasi ini merupakan buah kerja keras sekaligus sinergi yang telah dibangun oleh para ASN di Jatim.
Menurut Khofifah, kolaborasi menjadi salah satu narasi yang sering didengar. Tapi ada yang tidak cukup percaya diri untuk melakukannya, khususnya jika harus bersentuhan dengan pihak eksternal. Terlebih dalam pemahaman ASN, jika ada staf yang sedang akan membangun jejaring masih ada perspektif seperti lancang atau mendahului pimpinan.
“Kita semua haru pro aktif melakukan penjajakan. Apa yang dilakukan oleh staf ASN kita adalah improvement, maka kita harus open mind. Karena kolaborasi adalah sebuah kebutuhan di era disrupsi saat ini. Maka pimpinan di atasnya, jangan merasa dilancangi atau didahului. Kita harus open mind,” ujar Khofifah usai menerima penghargaan di Golden Tulip, Batu, Rabu (10/8).
Gubernur Khofifah juga menyampaikan terkait sensitivitas antarbudaya menjadi bagian yang tidak sederhana. Di Jatim, toleransi dan moderasi, saling menghargai terbangun sangat baik. Tetapi ketika menghadapi sinergi di luar Jatim maka yang dihadapi adalah beragam budaya dan tradisi. “Etika ini biasa kita anggap biasa-biasa. Tapi dalam birokrasi ada kultur tertentu yang harus dipahami,” ujar Khofifah.
Untuk diketahui, prestasi yang diraih Jatim karena dinilai telah berhasil membuat perencanaan kebutuhan pegawai yang tidak hanya mengakomodir keperluan dari masing-masing perangkat daerah di Jatim. Upaya tersebut juga dinilai tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan sesuai dengan visi misi dari Gubernur Jatim.
Sementara untuk kategori Manajemen ASN terbaik, hal tersebut sejalan dengan implementasi merit system yang diawasi oleh KASN dan juga dinilai dari penerapan norma, standard, prosedur dan kriteria dalam pelaksanaan manajemen ASN (NSPK). Selain itu, Jatim juga telah dinilai berhasil mengakomodir mutasi pegawai, baik terkait kelengkapan admistrasi serta memenuhi perencanaan kebutuhan pegawai dengan maksimal.
Sementara itu terkait raihan Jatim pada Peringkat IV BKN Award kategori Penilaian Kompetensi, dimana keberhasilan Pemprov Jatim untuk kategori ini juga didukung oleh komitmen penyelenggaraan Assessment Center baik bagi ASN Pemprov Jatim maupun fasilitasi di berbagai Kabupaten Kota.
Saat ini, Pempeov Jatim telah mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri untuk membentuk UPT Pusat Penilaian Pegawai dan mendapatkan akreditasi A.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BKN RI Supranawa Yusuf menambahkan, BKN RI mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jatim serta Kabupaten/Kota yang meraih banyak pengharagaan.
Ia menambahkan, dengan diraihnya penghargaan bagi manajemen ASN dapat menjadi pendorong bagi instansi yang saat ini belum dapat memperbaiki manajemen ASN. Sehingga kepdepan dapat melaksanakan dengan lebih baik lagi.
“Penghargaan bukan target tapi bagaimana kita bisa melakukan pengelolahan sesuai dengan NSPK. Penhargaan ini merupakan stimulus supaya kura semua dapat mengoptimalkan kinerja pengelolahan di SDM masing-masing,” kata Waka BKN RI.
Pada kesempatan tersebut pula, dilakukan penandatanganan perjanjian integrasi data ASN antara BKD Jatim dengan Bank Jatim. Hal tersebut dikakukan untuk memajukan dan memudahkan layanan ASN yang ada di Jatim.
Sementara itu Kota Batu berhasil meraih penghargaan untuk kategori, Penerapan Pemanfaatan Data-Sistem Informasi dan CAT. Untuk kategori ini Kota Batu berhasil menjadi terbaik keempat. “Saya sangat bersyukur bahwa Kota Batu bisa meraih penghargaan BKN, walaupun pada intinya kita masih harus melakukan perbaikan dan evaluasi,” ujar Hj Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu. [nas.tam.wwn]

Tags: