Jelang Bulan Timbang dan Vitamin A, Dinkes Siapkan Mekanisme di Masa Pandemi

Aminah Hadi lakukan timbang badan balita.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Upaya Pencegahan Defisiensi Vitamin dan Mineral
Probolinggo, Bhirawa
Sebagai upaya pencegahan defisiensi vitamin dan mineral, khususnya di masa pandemi, Pemkot Probolinggo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes, PPKB) Kota Probolinggo bersiap menyambut bulan timbang dan bulan Vitamin A, pada Agustus mendatang.

“Pemerintah telah membuat pedoman untuk melaksanakan posyandu di masa pandemi. Namun angka kunjungan ke Posyandu tetap berkurang. Ini berdasarkan catatan evaluasi bulan Februari lalu, tidak semua keluarga berani membawa anaknya untuk datang ke posyandu, khususnya di masa seperti sekarang ini,” ujar Ahli Gizi pada Dinkes, PPKB Tunik, Minggu (1/8).

Sebagai informasi, berdasarkan catatan data Dinkes, PPKB Kota Probolinggo jumlah bayi dan balita yang mendapatkan vitamin A pada pelaksanaan bulan timbang bulan Februari 2021 lalu, sebanyak 14.717 balita. Terkait pelaksanaan bulan timbang dan pemberian vitamin A di masa pandemi, akan diatur mekanisme pelaksanaan dengan mengoptimalkan peran kader posyandu di masing-masing wilayah, hingga melakukan kunjungan door to door.

“Mekanismenya, kapsul vitamin A kami siapkan dalam kemasan plastik klip, yang nantinya kami rekatkan menggunakan solasi pada pagar-pagar rumah warga, yang memiliki bayi dan balita. Lalu, kami monitor melalui kader posyandu serta memastikan vitamin A tersebut diberikan pada si anak dengan mengirimkan bukti foto yang dikirim melalui grup WA,” jelasnya.

Selain dengan cara itu, Tunik mengatakan, masyarakat juga bisa datang ke puskesmas atau pustu terdekat, untuk mendapatkan kapsul vitamin A.

“Gratis. Cukup datang saja, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Adapun untuk penimbangan, masyarakat bisa melakukan penimbangan secara mandiri, menggunakan sarana yang ada di lingkungan setempat lalu melaporkan ke grup WA dibawah bimbingan kader posyandu atau petugas puskesmas masing-masing.

“Pandemi bukan alasan untuk melewatkan penimbangan dan pemberian vitamin anak-anak,” terangnya.

Balita dengan gizi yang optimal, katanya, memiliki kesempatan lebih besar untuk mencapai potensi diri mereka. Namun, sayangnya pemenuhan gizi yang mendasar terancam terganggu akibat pandemi covid-19 saat ini.

Tunik menambahkan, dampak covid-19 pada program gizi, berpengaruh pada persediaan pangan yang terbatas dan daya beli yang berkurang. Selain itu, efek posyandu yang tutup sementara pada jadwal bulan timbang, sebutnya, turut memberi andil pada status gizi yang tak terpantau, resiko gizi buruk, resiko angka kesakitan bahkan termasuk resiko kematian pada bayi dan balita.

Selain menimbang berat badan anak, ungkapnya, posyandu juga memberikan layanan lain seperti imunisasi, vitamin A, dan suplementasi zinc untuk mencegah penyakit. “Inilah pentingnya arti bulan timbang. Pemberian vitamin A, tak hanya melulu soal kesehatan mata. Melainkan juga berfungsi sebagai imunitas untuk menjaga daya tahan tubuh dan pertumbuhan serta reproduksi,” terangnya.

Plt Kepala Dinkes, PPKB Kota Probolinggo Setiorini Sayekti yang dihubungi via telepon, mendorong masyarakat untuk turut serta mensukseskan bulan timbang di bulan Agustus dengan berpartisipasi secara aktif, dalam memberikan vitamin A, yang merupakan hak setiap anak.

“Pastikan balita usia 6-59 bulan mendapatkan Vitamin A untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, asupan makanan dengan gizi seimbang dapat melindungi anak dari berbagai masalah tumbuh kembang. Jangan sampai tidak (diberikan), karena itu adalah hak anak-anak kita,” tuturnya

Ketua Penggerak PKK kota Probolinggo, Aminah Hadi menuturkan, cegah stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi Indonesia termasuk di Kota Probolinggo. Dengan tema tersebut, semua keluarga bisa melakukan upaya mencegah stunting baik dari masa sebelum pernikahan, menikah dan kehamilan.

Di masa 1000 hari pertama kelahiran menjadi masa emas bagi pertumbuhan seorang anak yang menentukan seperti apa sisi kualitas hingga pengembangan mental. Pemberian gizi baik di lingkup keluarga terkecil diharapkan dapat menurunkan stunting. “Angka stunting di Kota Probolinggo memang masih ada tapi tidak banyak. Saat ini apa yang kita kerjakan sekarang adalah perwujudan perkembangan anak di masa sebelumnya,” lanjut Aminah Hadi.

Pemerintah Kota Probolinggo untuk menekan angka stunting dengan membuat kelas untuk calon pengantin (catin) bekerjasama dengan Kementerian Agama. Catin diundang untuk diberikan sosialisasi melalui puskesmas, ketika hamil makan makanan bergizi, bagaimana memberikan makanan bergizi pada bayi dan anak.

“Selain itu, juga pemberian makanan tambahan posyandu. Melalui KMS (Kartu Menuju Sehat) dapat memantau grafik pertumbuhan anak, jika menurun (grafiknya) semua pihak akan melakukan upaya,” terangnya.

Aminah Hadi menegaskan, demi generasi Kota Probolinggo yang unggul maka semua orangtua harus menyayangi dan melindungi anak cucu dari bahaya stunting. Keluarga sebagai lingkungan pertama untuk tumbuh kembang menjadi garda terdepan untuk mencegah terjadinya stunting, tambahnya.(Wap)

Tags: