Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pemkot Blitar Perketat Pantau Warga Mudik

Tampak Posko Terpadu Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid 19 Kota Blitar yang ada di Terminal Patria Kota Blitar untuk memantau pemudik melalui jalur kendaraan Bus. [hartono/bhirawa]

Kota Blitar, Bhirawa
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 M, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar perketat Pemantauan kepada warga yang nekat mudik atau pulang kampung.
Menurut Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo, Pemerintah Pusat telah menetapkan dan memberlakukan aturan larangan mudik kepada siapapun, bahkan kini angkutan umum dan kendaraan pribadi juga dilarang keluar dan masuk daerah zona merah.
‘’Maka untuk mendukung kebijakan itu, Pemerintah Kota Blitar juga mulai akan mempeketat pemantauan pemudik di perbatasan dan disarana transportasi umum,’’ kata Hakim.
Hakim juga menjelaskan, pihaknya juga sudah menjalin koordinasi dengan Polres Blitar Kota terkait pemantauan pemudik asal Kota Blitar yang nekat pulang kampung melalui Operasi Ketupat Semeru 2020. Bahkan Polres Blitar Kota juga akan melakukan check point diperbatasan mulai dari Kecamatan Udanawu, Ponggok, dan Wonodadi Kabupaten Blitar. Sedangkan untuk wilayah perbatasan timur, dikoordinasikan dengan Forkopimdan Kabupaten Blitar.
Selain itu, dikatakan Hakim, pihaknya juga akan memperketat pemantauan di lokasi penurunan penumpang luar kota seperti di Stasiun Blitar dan Terminal Patria, karena pihaknya memprediksi pemudik akan tetap berdatangan meski sudah ada larangan.
‘’Kami juga tidak mungkin melakukan penolakan ketika ada pemudik datang, karena belum ada payung hukum,’’ ujarnya.
Maka pihaknya juga akan melaksanakan protokol kesehatan di Stasiun dan Terminal yang akan lebih dioptimalkan lagai, dimana nantinya pemudik perlu diarahkan ke rumah karantina yang berada di Rumah Susun milik Yonif 511 Blitar atau cukup melakukan karantina mandiri.
‘’Hingga kini yang ada di rumah karantina sebagian merupakan PMI yang baru pulang dari luar negeri seperti Hongkong dan Malaysia, sementara sisanya merupakan pemudik dan pendatang dari luar daerah,’’ terangnya.
Hakim kembali menghimbau agar warga Kota Blitar yang berada di luar daerah untuk menunda agenda mudik ke Kota Blitar, menurutnya ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona atau (Covid 19) di Kota Blitar.
‘’Kami seringkali menyampaikan untuk tidak mudik ke Kota Blitar, namun kalau nekad ya wajib kami karantina 14 hari,’’ imbuhnya. [htn]

Tags: