Jelang Imlek, Permintaan Dupa Hio Meningkat

Erli menunjukkan Dupa Hio di tokonya di Jalan RE Martadinata, Jombang, Senin siang (01/02). [arif yulianto]

Jombang, Bhirawa
Menjelang perayaan Imlek tahun 2021 ini, permintaan akan Dupa Hio ataupun lilin hingga kertas sebagai kelengkapan perayaan Imlek meningkat di Jombang. Peningkatan permintaan Dupa Hio saat ini hingga 70 persen. Meski begitu, peningkatan menjelang Imlek tahun ini, tak seperti yang terjadi menjelang Imlek tahun lalu sebelum terjadi Pandemi Covid-19.
Seperti penuturan, Erli (46), pedagang perlengkapan Imlek di Jalan RE Martadinata, Jombang, Senin (01/02), peningkatan permintaan Dupa Hio saat ini mencapai 70 persen.
“Sekarang sudah mulai lumayan, (Dupa) Hio biasanya yang diminta, lilin, sama kertas-kertas buat Imlek itu. Mendekati Imlek ini lumayan, masih 60 sampai 70 (persen),” kata Erli.
Meski mulai meningkat, namun jika dibandingkan dengan momen menjelang Imlek pada tahun lalu dirasakannya masih ‘jauh’, karena saat itu belum terjadi Pandemi Covid-19.
“Sekarang meningkat tapi tidak seramai dulu (sebelum Pandemi Covid-19). Tapi (sekarang) sudah mulai banyak,” tuturnya.
Sebelum terjadi Pandemi Covid-19, omset penjualan aneka macam dupa, kemenyan, dan barang-barang lainnya bisa mencapai 2, 5 Juta Rupiah hingga 3 Juta Rupiah dalam sehari. Bahkan, ketika menjelang Imlek, omset penjualannya bisa mencapai 4 Juta hingga 5 Juta Rupiah dalam sehari.
Namun saat ini, ketika terjadi Pandemi Covid-19, omset penjualan bisa ‘ramai’ ketika momen-momen tertentu saja, seperti momen menjelang perayaan Imlek.
“(Sekarang) lumayanlah mas, gak kayak kemarin-kemarin, parah pas pertama (Pandemi Covid-19,” ucap dia lagi.
Saat ini, mayoritas penjualan Dupa Hio ditempatnya menggunakan sistem ‘pesan antar’.
“Jadi ada pesanan terus diantar, jadi jarang yang ke sini,” ucapnya.
Sementara, harga telur di Pasar Legi Jombang menjelang Imlek ini terpantau cukup stabil. Sempat menyentuh harga 27 Ribu Rupiah per Kilogram di sekitar Natal 2020 kemarin, harga telur di pasar ini kemudian turun hingga 19 Ribu Rupiah untuk beberapa hari, kemudian naik tipis menjadi 20 Ribu Rupiah per Kilogram.
“20 (Ribu Rupiah) mas, kemarin 19 Ribu, sekarang 20 Ribu,” kata penjual telur bernama Kasiatun.
Diceritakan Kasiatun, untuk momen menjelang perayaan Imlek, permintaan telur biasanya tidak terlalu meningkat signifikan. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan momen menjelang hari raya Idul Fitri ataupun Bulan Ramadhan.
“Imlek ‘nggak’ begitu (meningkat), biasanya ‘rame’ kalau Natal sama mau ‘poso’ (Puasa Ramadhan),” tutur Kasiatun. [rif]

Tags: