Jelang Pelantikan Wali Kota Pasuruan, Gedung Gradika hingga Rumdin Distrelisasi

Tampak depan pintu utama rumah dinas Wali Kota Pasuruan dan Gedung Gradika Bhakti Praja, di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Senin (22/2). [Hilmi Husain/Bhirawa]

Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan akan menstrelirkan Gedung Gradika Bhakti Praja dan rumah dinas Wali Kota Pasuruan. Strelisasi sebagai upaya kewajiban untuk memberikan fasilitas rumah dinas kepada wali kota terpilih.

Wali kota terpilih akan segera dilantik pada 26 Februari 2021 dan secara aturan akan menempati rumah dinas Pendopo Surga-Surgi, yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan.

“Gedung Gradika yang sebelumnya dipakai tempat karantina pasien Covid-19 di Kota Pasuruan tidak akan digunakan kembali. Karena, lokasi gedung bersebelahan dengan rumah dinas wali kota. Tentu, akan kami strelirkan dengan disinfeksi seluruhnya. Baik digedung Gradika maupun di rumah dinas. Sehingga begitu pak wali dilantik, bisa menempati rumah dinas,” papar Jubir Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, Senin (22/2).

Sebagai gantinya, pasien Covid-19 yang baru bertempat di Kantor Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan di Jalan Ir H Juanda. “Jadi untuk pasien yang baru terkonfirmasi positif Covid-19 akan ditempatkan di selter Bugul Kidul,” terang Kokoh Arie Hidayat.

Saat ini, pasien positif Covid-19 di Kota Pasuruan tinggal 7 orang. Dari total 1.260 pasien positif, sebanyak 1.113 di antaranya sudah sembuh. Sedangkan 140 pasien meninggal dunia.

“Tingkat kesembuhan saat ini tinggi mencapai 88,64 persen. sedangkan tingkat kematian 11,12 persen,” ujar Kokoh Arie Hidayat yang juga menjabat sebagai Kadis Kominfotik Kota Pasuruan.

Pihaknya menjelaskan keberhasilan PPKM Mikro dan sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat juga akan berpengaruh pada tingkat penularan. Termasuk pula, kedisiplinan masyarakat menetapkan protokol kesehatan juga menjadi kunci menekan angka Covid-19. [hil]

Tags: