Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora Tingkatkan Perekonomian Jatim dan Jateng

Jakarta, Bhirawa.
Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) yang menghubungkan Jawa Timur dengan Jawa Tengah, telah diresmikan pada hari Minggu (3/1). Peresmian dilakukan Menteri PUPR Basuki Hadimulyono bersama Mensesneg Prayitno dan Menhub Budi Karya Sumadi. Jembatan TBB ini menjadi elemen krusial bagi kelancaran konektivitas kawasan di 3 kabupaten, yakni Bojonegoro, Blora dan Ngawi.
 
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene, dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jateng Ganjar Prabowo, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Bupati Blora Djoko Nugroho.
 
“Kehadiran jembatan TBB yang menghubung kandesa Luwihaji di kecamatan Ngraho- Bojonegoro dengan desa Medalem kecamatan Kradenan-Blora, diharapkan kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimulyono.

Dikatakan, pengembangan wilayah, tidak mungkin terjadi tanpa konektivitas. Hanya dengan konektivitas, kawasan ini bisa menjadi kawasan yang tidak terisolir dan bisa maju dengan sendirinya. Terlebih dengan adanya kepala daerah yang aktif.

“Saya mengapresiasi pembangunan jembatan TBB yang dibangun atas prakarsa dua kabupaten. Yakni Kabupaten Bojonegoro dan Blora. Inisiatif pemerintah daerah seperti ini merupakan hal yang sangat bagus sekali. Kami sangat mendukung,” tandas Basuki.

Jembatan TBB dibangun dengan masa pelaksanaan sekitar 6 bulan, yakni sejak Juni 2020 dan selesai pada akhir Desember 2020. Jembatan TBB telah melalui uji beban statis dan dinamik oleh Pemda dan selanjutnya dilakukan uji loading dan tes sesuai prosedur oleh KemenPUPR.

Mensesneg Pratikno mengatakan, pembangunan jembatan TBB merupakan salah satu bukti pentingnya pelayanan antar wilayah. Khususnya provinsi Jatim dengan Jateng. Jembatan TBB yang melintasi sungai Bengawan Solo, sudah lama ditunggu dan direspon positif oleh masyarakat Jatim dan  Jateng. Karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian Barat Kabupaten Bojonegoro menuju bagian Timur Kabupaten Blora dan sebaliknya.
 
“Menteri PUPR tadi sudah menyampaikan, jembatan TBB ini akan meningkatkan konektivitas antar kecamatan, antar kabupaten. Diharapkan berdampak pada peningkatan pembangunan ekonomi kawasan. Menhub juga sudah menyatakan, jembatan TBB akan menghubungkan kawasan disini dengan Bandara Ngloram,” ujar Pratikno.

Menurut Menhub Budi Karya Sumadi, bandara Ngloram akan melayani penerbangan reguler dan carter. Pemerintah akan membangun akses menuju bandara ini. Salah satunya dengan moda kereta api yng disambungkan melalui stasiun Kapuan- Cepu. Aksesibilitas dari dan menuju bandara Ngloram, tidak hanya melalui jalan. Tspi juga terintegrasi dengan moda kereta api.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, bandara Ngloram sangat penting bagi peningkatan ekonomi wilayah Blora dan sekitarnya. Seperti Rembang, Pati, Grobogan. Juga berpengaruh bagi Bojonegoro, Ngawi, Tuban di Jatim. Bandara Ngloram untuk sementara cukup dengan pesawat jenis ATR. Bandara ini akan mempermudah pekerja sektor Migas blok Cepu.(ira).

Tags: