Job Fair Marketing Sepi Pelamar Karena Minim Sosialisasi

Kegiatan Job Fair Marketing yang diselenggarakan Disnakertrans di GOR Baluran Situbondo tampak sepi karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Baru kali ini ajang selevel job fair marketing yang dihelat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Situbondo berjalan sepi dari pelamar.
Kegiatan bursa kerja yang berlangsung selama dua hari di GOR Baluran Situbondo itu ditengarai minim sosialisasi sehingga tidak menarik animo pengunjung Situbondo. Padahal, ajang job fair marketing tahun tahun sebelumnya selalu diserbu calon pelamar pekerjaan.
Informasi Bhirawa menyebutkan, sejumlah pencari kerja justru mengaku tidak tahu kalau ada job fair di GOR Baluran Situbondo.
Akibatnya, sebanyak 46 perusahaan yang mengikuti job fair memilih tutup lebih awal dari jadwal semula. Sebagian stand tempat pendaftaran pelamar sudah di bongkar siang hari karena sepi pengunjung. Padahal sebanyak 46 perusahaan tersebut menyediakan sedikitnya 1.500 lowongan pekerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Kabupaten Situbondo, Budi Priyono, mengatakan, dari 1. 500 lowongan pekerjaan yang tersedia, hanya ada 469 pelamar yang mendaftar.
Pelamar terbanyak, lanjut mantan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo itu, berasal dari lulusan diploma yakni sebanyak 235 pelamar.
“Sedangkan sisanya banyak berasal dari lulusan SMA sebanyak 161 pelamar dan sarjana sebanyak 73 pelamar,” beber Budi Priono.
Budi Priyono menambahkan, jumlah pelamar yang masuk secara keseluruhan memang hanya berjumlah 469 orang. Bahkan, akunya, ada satu pelamar yang memasukan tiga sampai lima berkas formasi lamaran ke perusahaan yang berbeda-beda.
Budi mensinyalir sepinya pelamar kerja kemungkinan karena lowongan yang tersedia tidak sesuai dengan keinginan dari pelamar.
“Kami menduga banyak anak-anak muda datang ke stand job fair marketing bukan untuk melamar melainkan hanya untuk datang berkunjung saja,” beber mantan Kadis Pertanian itu.
Terpisah, tokoh pemuda Situbondo, Muhammad Nizar, menilai sepinya pelamar kerja di acara job fair marketing harus segera dievaluasi oleh Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto.
Sebab, terangnya, jika hanya tujuannya untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran, agenda job fair saat ini dinilai sangat gagal.
“Bayangkan saja dari 1.500 lowongan pekerjaan yang disediakan hanya terisi 469 pelamar. Apalagi pelamar yang memasukkan lamaran belum tentu langsung diterima bekerja,” pungkas Nizar. [awi]

Tags: