Jokowi Jenguk Dua Buruh yang Sakit

Jokowi kunjungi rumah buruh di Jalan Rorotan 2, RT 12 RW 4, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (1/5/2014).

Jokowi kunjungi rumah buruh di Jalan Rorotan 2, RT 12 RW 4, Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (1/5/2014).

Jakarta, Bhirawa
Terkait perayaan hari buruh sedunia atau May Day, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjenguk dua buruh pabrik yang sedang terbaring dalam kondisi sakit di kawasan Rorotan, Jakarta Utara. Kedua buruh tersebut, yaitu Abdullah dan Umar, menderita dua penyakit yang berbeda.
Jokowi menjenguk dua buruh itu dengan didampingi oleh anggota DPR RI Komisi IX Rieke Diah Pitaloka.
Buruh pertama yang dikunjungi Jokowi adalah Abdullah. Buruh berusia 39 tahun itu mengalami patah pinggang ketika tengah melakukan pekerjaannya sebagai tukang panggul di PT Tunas Baru Sejahtera.
“Kejadiannya sudah sejak enam bulan yang lalu. Waktu itu, saya sedang menata barang di gudang. Tiba-tiba ada barang lain yang terdorong mesin. Akibatnya, pinggang saya tergencet barang tersebut,” kata Abdullah di rumah kontrakannya di Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (1/5) kemarin.
Pria yang telah bekerja selama 14 tahun di perusahaan tersebut mengaku sudah mengerahkan berbagai macam upaya demi menyembuhkan kondisi pinggangnya.
“Saya sudah berobat ke rumah sakit dan pengobatan alternatif, tapi ya dana saya terbatas. Perusahaan juga tidak mau bantu. Terakhir, saya coba ke Cimande, dan sekarang alhamdulilah sudah agak mendingan,” ujar Abdullah. Adapun Umar adalah buruh yang menderita penyakit stroke. Pria berusia 60 tahun itu merupakan mantan buruh pabrik. Ia mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaannya.
“Dulu, saya pernah jadi buruh pabrik. Tapi, kemudian saya di-PHK. Akhirnya, saya menjadi tukang ojek. Sudah sejak tiga tahun terakhir, saya menderita penyakit stroke, jadi tidak bisa beraktivitas banyak-banyak,” tutur Umar. Atas kondisi buruh-buruh tersebut, Jokowi mengaku akan melakukan evaluasi terhadap jaminan kecelakaan kerja yang diterima oleh para buruh.
“Ya kalau begitu keadaannya, kita harus cek bagaimana jaminan kecelakaan kerja yang didapat oleh mereka, kemudian cek juga rumah sakitnya,” ungkap Jokowi.
Masih terkait dengan peringatan hari buruh sedunia, mantan Walikota Solo itu pun mengimbau sebaiknya May Day tidak dirayakan dengan aksi unjuk rasa atau kegiatan hura-hura.  [ant]

Rate this article!
Tags: