Jumlah Pembinaan Desa Wisata Terpaksa Dipangkas

OLYMPUS DIGITAL CAMERAPemkot Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pariwisata (Disparta) mengaku kesulitan untuk mengembangkan 12 desa wisata yang telah dimiliki. Untuk itu disparta memutuskan memanpatkan pembinaan hanya pada 5 desa wisata saja. Hal ini menyusul mandeg-nya program desa wisata yang telah di-lounching setahun yang lalu.
Kadisparta, Budi Santoso, mengakui jika saat ini program desa wisata masih ‘jalan di tempat’. Meskipun sudah setahun berjalan, pengelola desa wisata belum memiliki program/konsep jangka menengah yang menjadi acuan dalam operasional di lapangan.
“Akibatnya, tidak ada turis manca Negara yang datang ke desa wisata. Padahal pak walikota (Eddy Rumpoko-red) dalam membuat program desa wisata ini dengan konsep wisata internasiona. Jadi seharusnya ada turis mancanegara yang menjadi target desa wisata,”ujar Budi Santoso, saat dikonfirmasi, Minggu (22/6).
Dengan kondisi ini, maka perlu dilakukan perbaikan dalam konsep pengembangan desa wisata. Untuk desa wisata, masing-masing harus memiliki program unggulan yang menjadi andalan yang juga akan menjadi ikon desa wisata tersebut. Selain itu, antar desa wisata satu sama yang lain harus memiliki ikon utama yang berbeda.
Lebih buruk lagi, hingga saat ini belum ada sinkronisasi antara pemerintah desa wisata, kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan dinas pariwisata,terkait pengelolaan desa wisata berataraf internasional. “Dalam waktu dekat kita akan segera mempertamukan seluruh insane pariwisata untuk membahas masalah ini,”tambah Babid pengembangan Pariwisata, Adiek Iman Santoso.
Pria yang akrab dipanggil Dedek ini mengatakan bahwa pertemuan dengan insane wisata ini sekaligus untuk menentukan dan memastikan ikon dari desa wisata yang akan diangkat. Kemudian disparta akan segera melakukan evaluasi dan analisa kebutuhan.
Data di Diparta saat ini, Kota Batu telah memiliki 12 desa wisata. Yaitu, Desa Tulungrejo, Punten,  Gunungsari, Sumber Rejo, Sidomulyo, Bulukerto, Pandanrejo, Temas, Torong Rejo, Mojorejo, Oro-Oro Ombo,dan Bumiaji. Namun Dedek enggan memperinci kelima desa wisata yang akan menjadi focus pembinaan disparta.
Dalam cacatan berita Koran ini, ada lima desa wisata yang sebelumnya pernah menjadi fokus perhatian Pemkot Batu dalam mengembangkan desa wisata. Kelima desa tersebut telah memiliki potensi khas yang bisa menjadi ikon wisata desa wisata. Kelima desa wisata itu adalah, Desa Punten, Gunungsari, Bulukerto, Pandanrejo, serta Tlekung. Kelima desa ini memiliki potensi wisata berbeda.
Untuk potensi Desa Wisata Punten memiliki potensi wisata petik apel dan flying fox. Kemudian Desa Gunungsari memiliki wisata petik mawar, Desa Bulukerto banyak pembudidaya kelinci hias, Desa Padanrejo petik strawberry, dan Desa Tlekung akan mengoptimalkan wisata alam Coban Putri. [nas]

Keterangan Foto: Wisata petik sayur yang dijadikan salah satu ikon desa wisata.

Tags: