Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Nganjuk Meningkat

Labelisasi rumah penerima manfaat PKH ternyata tidak mampu membangun mental warga yang telah mampu untuk tidak menerima lagi bantuan dari pemerintah.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Nganjuk mengalami kenaikan hampir 10 ribu dibanding tahin 2019 lalu. Indikasinya, warga penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) tahun 2020 mencapai 60 ribu keluarga miskin.
Jumlah tersebut terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2019 dimana masyarakat penerima manfaat PKH berkisar 50 ribu keluarga keluarga miskin. Padahal, penerima manfaat PKH sudah dikurangi melalui mekanisme graduasi. Setidaknya hingga akhir tahun 2019 lalu jumlah penerima PKH yang mengundurkan diri (graduasi mandiri) maupun graduasi secara alami setelah tidak ada komponen mencapai sekitar 1.600 warga. “Tidak memiliki komponen misalnya semua anaknya sudah lulus sekolah atau anaknya sudah berkeluarga sendiri, maka secara otomatis tergraduasi,” terang Koordinator II PKH Kabupaten Nganjuk, Khusnul Kholik.
Kholik juga menjelaskan dari tambahan 10 ribu masyarakat penerima manfaat PKH
untuk bulan Januari 2020 ini sebanyak 1.300 sudah keluar surat perintah pembayaran dana (SP2D). “Tentunya dengan sudah dikeluarkannya SP2D maka tambahan penerima PKH sudah tervalidasi dan direalisasi dana bantuan mulai bulan Januari ini,” tandas Kholik.
Peningkatan jumla penerima manfaat PKH di Kabupaten Nganjuk tersebut kontradiksi dengan upaya Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat untuk menekan dan menurunkan angka kemiskinan. Hal itu dikarenakan jumlah penerima manfaat PKH bisa dijadikan indikator tingkat kemiskinan di Kabupaten Nganjuk.
Sebelumnya Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengharapkan jumlah penerima PKH di Kabupaten Nganjuk bisa menurun seiring dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat Kabupaten Nganjuk. Apalagi Bupati Nganjuk mentargetkan angka kemiskinan di Kabupaten Nganjuk bisa diturunkan menjadi satu digit pada tahun 2023 nanti.
Data Badan Pusat Statistik menyebutkan jumlah warga miskin hingga tahun 2019 mencapai 118.510 jiwa atau 11,24 % dari jumlah penduduk. Namun demikian, berbagai upaya Pemkab Nganjuk terus dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan. Misalnya, Pemkab Nganjuk membagikan sekitar 5.000 Kartu Nganjuk Mandiri (KNM) sosial. Dengan demikian selama Desember 2019 ini Pemkab Nganjuk secara keseluruhan telah melaunching empat jenis KNM masing-masing KNM Cerdas, KNM Perdagangan, KNM Pertanian, dan terbaru KNM Sosial.
Memang, dikatakan Novi, melalui program KNM Sosial tersebut sebagai usaha nyata dari Pemkab Nganjuk untuk memperbaiki taraf hidup dan meningkatkan perekonomian bagi keluarga prasejahtera. Dan penerima KNM Sosial tersebut merupakan warga miskin yang belum tersentuh oleh program bantuan dari Pemerintah yang sudah berjalan seperti PKH dan sebagainya. “Jadi boleh dikata, KNM Sosial ini sebagai upaya kami untuk pemerataan bantuan kepada warga kurang mampu di Kabupaten Nganjuk yang belum tersentuh PKH dan bantuan lainya dari pemerintah,” ucap Novi.
Untuk itu, dengan diluncurkanya KNM Sosial akan memberi manfaat besar bagi rakyat kurang mampu agar kesejahteraanya meningkat. Dan program KNM Sosial juga sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Nganjuk yang hingga kini masih di posisi dua digit.(ris)

Tags: