Kabupaten Gresik Jadi Penopang Ekonomi, Buruh Batalkan Aksi Mogok

Perwakilan serikat pekerja, beserta Disnaker, Apindo Gresik saat mendatangi undangan silaturahim di Mapolres

Gresik, Bhirawa.
Polres redam aksi ujuk rasa dan gunakan protokol kesehatan yang ketat, serikat bersama (Sekber) buruh Kabupaten Gresik akan berlangsung dengan prtokol kesehatan yang ketat. karena status Gresik, kota Indistri penompang perekonomian Negara Indonesia.

Menurut Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan, bahwa keadaan dan situasi pandemi covid-19, masih berada di zona oranye yang setiap hari ada penambahan 20 orang yang positif Covid 19.

“Kami berima kasih kepada serikat pekerja, tidak jadi melakukan aksi mogok kerja melainkan aksi unjuk rasa. Massa aksi, agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam kegiatan aksi Unjuk rasa.”ujar Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat gelar silaturahim bersama Dandim, Disnaker, Apindo, serta Serikat pekerja di di Aula Parama Satwika 98 di Mako Polres Gresik.

Ketua dewan perwakilan cabang (DPC), serikat pekerja (SP), logam elektronik mesin serikat pekerja pekerja seluruh Indonesia (LEM-SPSI) Ali Muchsin mengatakan. Bahwa kegiatan ujuk rass pada tanggal 6 sampai 8 Oktober ini sesuai dengan intruksi Pusat. Kita mempertanyakan kenapa pemerintah mengesahkan omnibus law di tengah pandemi Covid 19, sesuai intruksi sebetulnya kita akan melaksanakan aksi mogok kerja, tetapi kita ganti dengan aksi unjuk rasa. RUU Omnibus law, disahkan menjadi penjajahan gaya baru terhadap para pekerja di Indonesia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik Tri Andhi Suprihartono mengatakan, bahwa resesi ekonomi sudah di ambang pintu. Tanda ekonomi kita sedang bermasalah dihadapkan oleh cluster ketenagakerjaan, sehingga serikat harus menutup perusahaan hingga menghentikan produksi.

“Rencana aksi tolak dan gagalkan Omnibis Law oleh serikat pekerja, di DPRD dan Pemkab. Gerakan nasional pada tanggal 6 – 8 Oktober 2020, untuk menentukan nasib buruh karena tinggal menghitung hari untuk pengesahan RUU Omnibus Law. Untuk mencari perhatian, aksi juga akan dilakukan blokade akses jalan nasional dan tol.”ungkapnya.

Sementara Kadisnaker Gresik Ninik Asrukin mengatakan, bahwa asprirasi dari serikat terkait omnibus law. Sudah di sampaikan oleh bupatu dan pemerintah pusat. Supaya segera mendapat solusi yang terbaik, sehingga penyebaran Covid 19 juga segera berakhir. [kim]

Tags: