Kabupaten Malang Tingkatkan Produksi Kopi Bangun Ekowisata Kampung Kopi

Tanaman kopi robusta yang diproduksi petani di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. (cahyono/Bhirawa)

Kab Malang, Bhirawa.
Kabupaten Malang sejak jaman penjajahan Belanda sudah dikenal sebagai penghasil kopi, terutama di wilayah Malang Selatan. Sehingga kopi Kabupaten Malang hingga kini dikenal Kopi Amstirdam, yang mana nama sebuah kecamatan penghasil kopi yakni Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit. Sedangkan kopi yang dikembangkan diempat kecamatan tersebut, umumnya adalah kopi robusta, disamping itu juga memproduksi kopi arabika.

Dan untuk mempertahankan kualitas Kopi Amstirdam, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membangun Ekowisata Kampung Kopi, hal ini untuk terus menggeliatkan industri kopi lokal dan memberdayakan petani kopi di kabupaten Malang. Selain itu, Pemkab Malang juga berusaha memperkenalkan Kopi Amstirdam ke jenjang internasional dengan membawanya ke Festival Indonesia dibeberapa negara, utamanya di Eropa.

“Pemkab Malang sudah pernah melakukan penandatanganan jalinan kerja sama dengan PT Asal Jaya yang berada di wilayah Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, sebuah perusahaan pengekspor biji kopi hasil perkebunan kopi milik petani di wilayah empat kecamatan, yakni Amplegading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit,” terang Bupati Malang HM Sanusi, Rabu (15/5),pada Bhirawa.

Menurutnya, ada dua poin yang menjadi kesepakatan kerja sama antara Pemkab Malang dengan PT Asal Jaya. Sedangkan perusahaan tersebut berkomitmen untuk mengambil hasil perkebunan kopi milik petani. Dan pihaknya pun bersinergi dengan PT Asal Jaya juga menggelar pelatihan kepada para petani kopi. Selama ini, Perusahaan pengekspor kopi tersebut sering melakukan ekspor kopi ke luar negeri, dan biji kopi yang di ekspor tidak hanya hasil dari biji kopi Kabupaten Malang saja, namun juga dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

“Potensi Kopi Amstirdam telah menghasilkan 1-2 ton per hektar. Dan tentunya akan kami genjot supaya produktivitas semakin meningkat. Karena kopi dari Kabupaten Malang sudah mendunia, dan selanjutnya bagaimana mengembangkannya,” tutur Sanusi.

Dijelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada 2023, produksi kopi mencapai 14,26 ribu ton. Dengan luas area perkebunan seluas 20,67 ribu hectare (ha). Dan pemasaran kopi asal Kabupaten Malang ini hingga sampai ke Belanda dan Jepang. Sedangkan biji kopi asal Kabupaten Malang ini, tidak hanya di ekspor oleh PT Asal Jaya saja, namun juga ada beberapa eksportir yang mengirimkan ke beberap negara. Karena kopi yang dihasilkan petani di wilayah Malang Selatan, petani yang tergabung Kelompok Tani Hidup Makmur, Desa Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Kelompok tani itu, masih dijelaskan Sanusi, permusim bisa memasok kopi seberat 8-15 ton pada eksportir yang menjadi mitranya. Sementara, ciri khas kopi asal Kabupaten Malang yakni robusta. Dipasok untuk jenis produk Green Bean, yaitu biji kopi mentah yang belum disangrai, yang iasanya masih berwarna hijau. Produk tersebut diproses dari buah kopi matang yang telah melalui tahap pengeringan dengan teknik tertentu.

“Diantaranya produk lain, seperti Roast Bean Premium, Roast Bean Lanang, Kopi Bubuk Premium, dan Kopi Bubuk Lanang,” paparnya. (cyn.hel).

Tags: