Kabupaten Probolinggo Entry Calon Penerima Vaksin Tahap II

Kabupaten Probolinggo entry calon penerima vaksin tahap II.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Vaksinasi tahap II di Kabupaten Probolinggo sudah mulai disiapkan. Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten setempat, mulai entry data calon penerima vaksin tahap II. Setidaknya sudah ada sekitar 2.000 orang lebih calon penerima vaksin tahap II di Kabupaten Probolinggo.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica saat dikonfirmasi, Rabu (20/1) data calon penerima vaksin tahap II terus bergerak. Pihaknya, kini masih terus kumpulkan dan entry data calon penerima vaksin tahap II tersebut. “Karena belum semuanya masuk dan di-entry datanya ke pusat,” katanya.

Dewi menjelaskan, vaksinasi tahap II nantinya diprioritaskan pada TNI/Polri, petugas pelayanan terhadap masyarakat seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, terminal dan lainnya. Sejauh ini, data yang masuk calon penerima vaksin tahap II terbanyak itu dari TNI 460 orang dan Polri 620 orang.

“Masih banyak data calon penerima vaksin tahap II yang belum masuk. Seperti halnya kantor pelayanan pemerintahan, pedagang pasar dan guru. Jadi dapat dipastikan jumlah penerima vaksin tahap II ini jauh lebih banyak dibanding penerima vaksin tahap pertama,” terangnya.

Untuk vaksin tahap pertama diperkirakan akan dilaksanakan Februari. Sedangkan tahap II sendiri, diperkirakan bakal dilakukan April mendatang. “Tidak ada perubahan rencana jadwal vaksinasi,” tandasnya,

Diketahui sebelumnya, Kabupaten Probolinggo entry 3.772 orang calon penerima vaksin untuk tenaga kesehatan (nakes) dan pembantunya. Namun, Kabupaten Probolinggo hanya dialokasikan 3.175 dosis vaksin tahap pertama. Pasalnya, dari 3.772 orang calon penerima, hanya 3.175 orang yang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

Pemkab Probolinggo menyiapkan anggaran pendukung pelaksanaan vaksinasi serentak yang cukup fantastis. Anggaran sekitar Rp 38 miliar disediakan untuk mendukung vaksinasi di Kabupaten Probolinggo selama tahun 2021. Anggaran itu dialokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU) setelah dilakukan refocusing anggaran 2021.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Shodiq Tjahjono saat dikonfirmasi mengatakan, sesuai petunjuk dari pusat, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Probolinggo.

Karena vaksin sendiri sudah dipersiapkan oleh pusat, beserta alat kelengkapannya. “Sesuai petunjuk dari Pusat, tiap daerah untuk siapkan anggaran sekitar 4 persen dari pagu DAU tahun 2021. Untuk Kabupaten Probolinggo, 4 persen itu sekitar Rp 38 miliar,” tuturnya.

Shodiq menjelaskan, dengan petunjuk petunjuk anggaran DAU dari pusat, pihaknya melakukan pemfokusan ulang. Tentunya, anggaran sekitar Rp 38 miliar itu tidak untuk vaksinasi tahap I saja. Tetapi, diupayakan cukup untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi selama tahun 2021 ini.

“Pendukung vaksinasi itu, seperti distribusi vaksin dari pusat ternyata hanya sampai gudang farmasi Kabupaten Probolinggo. Nah, untuk distribusi vaksin ke rumah sakit atau puskemas, tempat pelayanan vaksinasi itu, ditanggung oleh APBD atau Kabupaten, “paparnya.

Saat ini masih ada masyarakat yang belum memahami secara penuh terkait dengan vaksinasi Covid-19. Bahkan ada pula yang belum mengerti dengan vaksin Sinovac yang akan digunakan untuk vaksinasi Covid-19. “Sebelumnya mari kita kenali dulu apa sih sebenarnya vaksin Sinovac tersebut. Informasi ini didapat dari panduan vaksin Sinovac dari Badan Pengawas Obat dan (BPOM), “kata dr. Dewi Vironica.[wap]

Tags: