Kabupaten Probolinggo Raih Adiwiyata dan Desa Kelurahan Berseri se-Jatim

Kabupaten Probolinggo raih penghargaan adiwiyata dan desa/kelurahan berseri jatim.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Pemkab Probolinggo, Bhirawa.
Prestasi membanggakan diraih oleh 3 (tiga) sekolah dan 2 (dua) desa/kelurahan di Kabupaten Probolinggo dalam program Adiwiyata dan Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari) di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2022.

Ketiga sekolah yang meraih penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Timur tahun 2022 diantaranya SDN Patokan 1 Kecamatan Kraksaan, SDN Kedungcaluk 1 Kecamatan Krejengan dan SMKN 2 Kraksaan.
Sementara untuk program Desa/Kelurahan Berseri, penghargaan diraih oleh Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan untuk Kategori Mandiri dan Desa Kalirejo Kecamatan Dringu untuk Kategori Pratama.

Piagam penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Timur dan Desa/Kelurahan Berseri diserahkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dalam acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tingkat Provinsi Jawa Timur di Jatim International Expo (JIE) Convention Exhibition, Surabaya.

Turut mendampingi dalam kesempatan tersebut Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi didampingi Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi dan beberapa pejabat fungsional DLH Kabupaten Probolinggo.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi melalui Kepala Bidang Tata Lingkungan Arif Kurniadi, Jum’at (30/9) mengaku sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh tiga sekolah dan dua desa/kelurahan di Kabupaten Probolinggo yang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata dan Desa/Kelurahan Berseri tingkat Jawa Timur tahun 2022.

“Semoga prestasi ini bisa memotivasi sekolah dan desa/kelurahan lain di Kabupaten Probolinggo dalam program Adiwiyata dan Desa/Kelurahan Berseri,” katanya.

Menurut Arif, sebenarnya pada tahap awal DLH mengusulkan 6 (enam) sekolah dalam program Adiwiyata Jatim. Yakni, SDN Patokan 1, SDN Kedungcaluk 1, SMKN 2 Kraksaan, SDN Kedungdalem 1, SDN Kedungdalem 2 dan MTsN 2 Probolinggo.

“Tetapi hanya SDN Patokan 1, SDN Kedungcaluk 1 dan SMKN 2 Kraksaan yang berhasil meraih penghargaan. Pasalnya sekolah yang lain gagal di tahap seleksi administrasi,” jelasnya.

Sementara untuk program Desa/Kelurahan Berseri jelas Arif, DLH mengusulkan 3 (tiga) Desa/Kelurahan. Yakni, Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan, Desa Kalirejo Kecamatan Dringu dan Desa Sukomulyo Kecamatan Pajarakan.

“Hanya saja Desa Sukomulyo gagal ketika verifikasi lapangan (verlap),” terangnya.

Arif mengharapkan untuk tahun-tahun mendatang akan lebih banyak lagi sekolah dan desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Probolinggo yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata dan Desa/Kelurahan Berseri.

“Itu berarti lebih banyak lagi sekolah serta desa/kelurahan yang peduli akan kelestarian lingkungan hidup,” pungkasnya.

Di tahun 2021 Prestasi membanggakan diraih oleh sekolah dan Pondok Pesantren (PP) di Kabupaten Probolinggo pada program Adiwiyata dan Eco Pesantren. Tiga sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional Tahun 2021, yaitu SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan dan SMPN 3 Gading.

Sementara MAN 1 Probolinggo mendapatkan penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Timur, sekaligus meraih Juara Harapan IV Lomba video Sekolah Adiwiyata Provinsi Jatim Tahun 2021. Untuk Program Eco Pesantren Provinsi Jatim, penghargaan diraih oleh PP Nurul Jadid Paiton.

Sedangkan program desa/kelurahan Berseri ini dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jatim dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas pemerintah desa/kelurahan dan peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih dan lestari.

“Kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup secara mandiri, memperkuat kapasitas masyarakat dalam melaksanakan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mewujudkan Kabupaten Probolinggo Hijau melalui desa/kelurahan yang bersih, sehat, lestari dan asri,” katanya.

Menurut Sujarwatiningsih, komponen yang dinilai dalam evaluasi teknis ini adalah kelembagaan dan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah, Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).

“Prinsip program Desa/Kelurahan Berseri meliputi partisipatif, berkelanjutan dan berbasis masyarakat,” tambahnya.(Wap.hel)

Tags: