Kabupaten Trenggalek Dinobatkan Jadi Lembaga Tertib Berbahasa Terbaik

Trenggalek, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Trenggalek Terima Penghargaan Bahasa Tahun 2020 Kategori Lembaga Pemerintah. Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur berikan penghargaan bahasa tahun 2020 Kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam kategori lembaga pemerintahan.

Penghargaan bahasa dari Balai Bahasa ini, diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Ir. Joko Irianto, M.Si., di Ballrom Raflesia, Fave Hotel Jalan Jenggolo 15 Sidoarjo, Selasa (17/11).

Penghargaan ini diberikan, karena Pemkab Trenggalek dianggap berkomitmen mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang-ruang publik. Dalam penghargaan ini Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek dinobatkan sebagai Lembaga Pemerintah Tertib Berbahasa Terbaik.

Menerima penghargaan ini, Joko Irianto bersyukur mendapat apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur tersebut. “Tentunya kami sangat berterima kasih atas penghargaan bahasa yang diberikan oleh Balai Bahasa Jatim,” ungkap Joko Irianto.

Pemakaian bahasa Indonesia, lanjut Sekda Trenggalek ini “pada ruang publik sangatlah penting. Pasalnya menjadi barometer komitmen bangsa dalam menjaga martabat bahasa Indonesia sebagai bahasa negara,” imbuhnya.

Upaya penggunaan Bahasa Indonesia pada ruang publik merupakan amanat konstitusi, sehingga perlu dukungan, kesadaran dan kerja sama semua pihak, tutup Joko Irianto.

Dalam kegiatan ini, Dr. Asrif, M.Hum., Kepala Balai Bahasa Provinsi Jatim penghargaan bahasa ini merupakan sebagai penghargaan dan evaluasi, emplementasi undang-undang 24 tahun 2009, tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

Secara prinsip, ungkap Asrif tujuan penganugerahan penghargaan tersebut ialah untuk membangun masyarakat Jawa Timur untuk terus melek literasi, serta pengutamaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Drs. Abdulhak nasib bahasa negara penuh liku, mari kita martabatkan.

Lee Kuan Yew sempat meramalkan negara ini akan hancur karena terpecah-pecah, namun ramalan itu tidak terwujud karena adanya bahasa permersatu bangsa, bahasa Indonesia.

Pejabat Kemendikbud ini mengapresiasi digelarnya penghargaan bahasa yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jatim tersebut. (Wek)

Tags: