Kadindik Jatim Pantau Pelaksanaan EH2BKS di Pacitan

Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi meninjau pelaksanaan EH2BKS. Kegiatan ini sebagai langkah dalam memetakan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

Pacitan, Bhirawa
Sebanyak 173.489 siswa dari 1.487 lembaga SMA negeri dan swasta mengikuti Evaluasi Hasil Belajar Berbasis Komputer dan Smartphone (EH2BKS) yang dilakukan serentak mulai Senin (22/3) kemarin. Di hari pertama, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Dr Ir Wahid Wahyudi MT meninjau salah satu SMAN di Pacitan, yakni di SMAN 1 Ngadirojo, sebanyak 250 siswa mengikuti evaluasi belajar secara Luring (Pembelajaran Tatap Muka/PTM).
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Wahid Wahyudi, mengapresiasi pelaksanaan EH2BLS yang digelar PTM dengan Protokol Kesehatan (Prokes) sangat ketat. Di mana, kapasitas maksimal tiap kelasnya hanya berisi 12 siswa.
“Alhamdulillah hari pertama pelaksanaan EH2BKS di Pacitan berjalan lancar. Pada prinsipnya Prokes bisa diterapkan dengan baik,” ujar Wahid.
Dalam kesempatan ini, Wahid menekankan, pelaksanaan EH2BKS tidak terkait dengan kelulusan siswa. Sebab, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk dilakukan pemetaan kualitas pendidikan di Jatim. ”Kegiatan ini untuk memetakan kualitas pendidikan antar lembaga. Apakah standart yang di tetapkan pendidikan nasional capaiannya sampai dimana,” kataya.
Lebih lanjut, Wahid menjelaskan, kegiatan ini juga memberikan pelatihan pada siswa SMA yang akan mengikuti UTBK-SBMPTN. Di mana bentuk soal mengarah pada model Assesmen Kompetensi Minimum (AKM). Sedangkan dalam menentukan kelulusan siswa, sekolah bisa melaksanakan Ujian Satuan Pendidikan (USP).
“Ujian ini diserahkan sepenuhnya pada sekolah masing – masing. Sehingga kelulusan 100% ditentukan oleh sekolah,” imbuhnya.
Diharapkan melalui pelaksanaan ini, siswa lulusan SMA di Jatim, saat mengikuti UTBK-SBMPTN di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah tidak asing lagi. Sehingga peluang untuk diterima PTN melalui tes tulis bisa lebih banyak yang diterima.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ngadirojo, Adi Supratikno menyebut, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan EH2BKS. Meski bukan menjadi penentu kelulusan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dengan melakukan bimbingan kepada siswa.
“Jadi persiapan kami ini seiring dengan ujian akhir. Soal – soal yang ditelaah dalam bimbingan oleh guru – guru tidak jauh berbeda dengan materi USP,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dindik Jatim, Ety Prawesti menegaskan, dalam teknis pelaksananya, ada dua pilihan yang bisa dilakukan oleh sekolah. Yakni moda Daring di Sekolah yang dilaksanakan sebanyak tiga sesi dalam sehari. Dengan ketentuan jumlah peserta didik melebihi 72 peserta. Sedangkan kurang dari jumlah tersebut bisa melaksanakan EHB2KS dua sesi.
“Setiap ruang berisi paling banyak 12 peserta. Karena tetap harus menjaga Prokes,” urainya.
Sedangkan untuk moda Daring di rumah, kepengawasan akan dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi webinar seperti zoom, google meet, atau disesuaikan dengan kondisi sekolah. [ina]

Tags: