Kadisdik Lamongan Sebut e-Learning Lebih Efektif

Kepala Dinas Pendidikan Kab Lamongan, Adi Suwito saat memdampingi workshop 48 guru Tekhnologi Informasi dan Komunikasi(TIK) seluruh SMP Lamongan. [alimun hakim]

Lamongan, Bhirawa
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Adi Suwito menyebut metode pembelajaran berbasis digital atau e-learning dinilai lebih efektif.
Menurut Adi ketika dikonfirmasi Minggu (12/1) kemarin, di dalam e-learning ini pembelajaran jauh lebih efektif dibandingkan bentuk kelas yang konvensional, karena dalam prosesnya anak itu lebih dinamis, mempunyai pemahaman di bidang IT dan bisa mengakses semua mata pelajaran melalui e-learning itu. Berbagai latihan soal juga tersedia.
“Kelas digital merupakan sebuah terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dengan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan. Dengan adanya kelas digital pelaksanaan pembelajaran lebih hebat lagi, tidak hanya di dalam kelas bahkan bisa di luar kelas, di kantin boleh, di halaman boleh. Semuanya sama – sama melaksanakan proses pembelajaran, tapi siswa dibuat lebih enjoy,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menjelaskan, jika sebanyak 48 guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dari seluruh SMP Negeri di Kabupaten Lamongan telah disiapkan untuk menularkan virus kelas digital. Mereka semuanya juga sudah mengikuti workshop Training of Trainer (TOT) pembelajaran berbasis e-learning, di SMP Negeri Kedungpring pekan lalu.
Adi berharap, Guru TIK yang telah mengikuti workshop mampu mengimplementasikan di lembaga sekolah masing-masing. Peserta workshop diminta untuk mengimplementasikan kepada teman – teman guru, menyampaikan kepada kepala sekolahnya untuk bisa melaksanakan pembentukan kelas digital itu, sehingga nanti semua guru memahami tentang kelas digital itu.
Workshop itu merupakan langkah awal dari Dinas Pendidikan Lamongan untuk mewujudkan program kelas digital, yang akan diterapkan di seluruh SMP Negeri di Lamongan.
“Kami mau mengemas, mau menciptakan suatu bentuk Lamongan kelas digital, artinya mengawali proses pembelajaran dengan metode digital. Jadi boleh menggunakan gadget maupun komputer,” jelas Adi.
Adi mentargetkan uji coba metode e-learning untuk SMP Negeri di Lamongan sudah dapat dilaksanakan pada semester genap. ”Saya minta pada semester genap ini seluruh lembaga minimal sebagian kelas sudah menjadi kelas digital. Sehingga tahun ajaran baru tahun depan guru, sekolah dan siswa bisa membuktikan sendiri mana yang lebih baik, kelas konvensional atau kelas digital. Kalau memang kelas digital dinyatakan lebih baik, seluruh SMP negeri tahun depan wajib melaksanakan kelas digital,” tegas Adi. [aha]

Tags: