Kadishub Yakin 2020 Jatim Kembali Peroleh Penghargaan WTN Wiratama

Fattah Jasin/

Surabaya, Bhirawa
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Jatim, Fattah Jasin yakin pada 2020 mendatang Jatim kembali mendapat peenghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) Wiratama dari Presiden. Sama halnya pada 2019, sebanyak 25 peserta dari Provinsi Jatim memperoleh penghargaan piala WTN.
“Kami selalu optimis. Karena pada 2015 silam, Provinsi Jatim mendapatkan penghargaan WTN Wiratama Kencana. Penghargaan itu diberikan kepada Pemerintah Provinsi yang telah memperoleh WTNWiratama selama 5 (lima) kali secara berturut-turut, yakni mulai 2011, 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016,” kata Fattah Jasin, Selasa (3/12).
Jatim, dijelaskan Fattah, menjadi nomor satu dalam penilaian WTH. Sebab, dari 35 peserta Pemerintah Kabupaten/Kota yang mengikuti penilaian WTN, sebanyak 25 peserta dari Provinsi Jatim memperoleh penghargaan Piala WTN 2019. Dengan indeks prestasi yang diperoleh mencapai sebesar 71,43%.
Sedangkan untuk Pemprov Jatim, sambung Fattah, memperoleh Piala Wahana Tata Nugraha Wiratama. Menurutnya, penghargaan WTN ini bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan transportasi di kawasan perkotaan yang handal dan berkelanjutan.
Selain itu, masih kata Fattah, menjamin kesamaan hak pengguna jalan dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam disiplin berlalu lintas. Dengan tujuan menekan maupun menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.
“Alhamdulillah, Jatim terbanyak penerima WTN dibanding Provinsi lain di Indonesia. Dengan indeks prestasi mencapai 71,43% tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.
Pihaknya berharap selain program-program yang dilakukan oleh Provinsi, harus ada dukungan dari Kabupaten/Kota. Karena penilaian WTN ini tidak hanya dilihat dari tertib lalu lintas di Provinsi saja, melainkan penilaian di tingkat Kabupaten/Kota.
“Kami selalu berkomunikasi dengan Kabupaten/Kota agar semakin banyak Kabupaten/Kota di Jatim yang memperoleh WTN di tahun-tahun berikutnya. Sehingga menjamin juga untuk Provinsi Jatim mendapatkan kembali WTN Wiratama,” pungkasnya. [bed]

Tags: