KAI Berlakukan Protokol Kesehatan Ketat Hadapi Pandemi Covid-19

Pemeriksaan calon penumpang di Stasiun KA Jombang oleh petugas, Rabu (15/07). (arif yulianto/bhirawa)

Jombang, Bhirawa
Sejumlah Kereta Api (API) yang berhenti di Stasiun KA Jombang sudah kembali beroperasional, namun animo calon penumpang masih terlihat minim. Petugas pun memberlakukan protokol kesehatan pandemi Covid-19 secara ketat. Tercatat, Kereta Api yang sudah beroperasional yakni, Kereta Api jarak jauh seperti KA Sri Tanjung jurusan Jogjakarta-Banyuwangi, KA Bima jurusan Surabaya-Jakarta, dan KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung. Sementara untuk Kereta Api lokal seperti KA Dhoho dan KRD juga beroperasional.

Setiap calon penumpang, baik calon penumpang Kereta Api jarak jauh maupun lokal, harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan seperti harus menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan memakai baju atau jaket lengan panjang. Mereka juga harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir di fasilitas-fasilitas yang telah di pasang di depan stasiun setempat.

Setiap calon penumpang juga harus melewati pintu pemeriksaan. Di sini, selain dilakukan pemeriksaan tiket, para calon penumpang harus dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan alat Thermogun. Khusus untuk calon penumpang Kereta Api jarak jauh, mereka harus bisa menunjukkan surat negatif rapid test atau paling tidak, surat keterangan sehat dari rumah sakit ataupun Puskesmas. Jika tidak bisa menunjukkan, calon penumpang dipastikan tidak diperbolehkan naik Kereta Api.

Kepala Stasiun KA Jombang, Efandi Setyobudi mengatakan, Kereta Api jarak jauh yang sudah beroperasional tiap hari masih hanya KA Sri Tanjung.

“Untuk ‘Week End’, Jumat, Sabtu, Minggu, KA yang jalan, Turangga (jurusan) Surabaya-Bandung dan KA Bima (jurusan) Surabaya-Gambir (Jakarta),” kata Efandi Setyobudi, Rabu (15/07).

Untuk sementara lanjut dia, animo calon penumpang yang ada di Stasiun KA Jombang diakuinya masih belum begitu banyak. Hal ini terang dia, karena faktor salah satunya yakni pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat sebelum naik Kereta Api.

“Persyaratan untuk naik KA. Yang pertama, untuk KA jarak jauh, harus punya surat negatif rapid test. Atau kalau di daerah tersebut tidak ada rapid, bisa pakai surat sehat dari rumah sakit atau Puskesmas. Dan kalau tujuan Jakarta wajib pakai SIKM (Surat Ijin Keluar Masuk) Jakarta,” papar dia.

Terkait animo calon penumpang, dikatakannya, rata-rata setiap hari ada sekitar 300 calon penumpang Kereta Api lokal yang naik di Stasiun KA Jombang.

“Kalau untuk (KA) jarak jauh sementara masih sekitar 50-an penumpang. Jadi belum ada lonjakan,” imbuh dia.

Sementara itu, menurut salah satu calon penumpang KA Sri Tanjung yang akan menuju Banyuwangi bernama Umi Sholikah, ia memilih menggunakan transportasi Kereta Api karena nyaman.

“Dan kendaraan bis kayaknya nggak begitu banyak, sulit cari bis. Karena kereta sudah operasi, dan kelihatannya lebih nyaman. Cuma protokol kesehatan aja diikuti,” tutur Umi Sholikah.

Agar bisa naik Kereta Api sesuai tiket yang dipesannya secara online, ia mengaku sudah mempersiapkan syarat-syarat yang diberlakukan. Ia tampak menggunakan masker, membawa hand sanitizer sendiri, memakai jaket lengan panjang. Kepada sejumlah wartawan Umi Kholifah pun menunjukkan surat keterangan sehat dari sebuah Puskesmas.

“Kita usahakan saja apa yang dianjurkan pemerintah, gitu aja,” pungkasnya.(rif)

Tags: