Kaji Ulang Rencana PTM Berbasis Kecamatan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Pemprov, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta agar bupati / wali kota mengkaji ulang rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Juli mendatang. Hal ini seiring dengan terjadinya peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. Di samping itu, kepala daerah juga diharap bersiap terhadap momentum Idul Adha yang akan segera datang.
“Yang kami sampaikan kepada bupati / wali kota agar menghitung kembali rencana PTM. Termasuk dengan persiapan Iduladha,” tutur Gubernur Khofifah, Kamis (17/6).
Kendati demikian, Khofifah memastikan bahwa pelaksanakan PTM masih sesuai dengan surat edaran yang lama dari SKB 4 Menteri. SKB antara Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri.
SKB tersebut juga telah ditindak lanjuti dengan Surat Edaran Gubernur yang basisnya adalah kondisi di setiap Kecamatan. “Jadi komunikasinya nanti dengan Satgas per kecamatan,” jelasnya.
Terkait dengan Bangkalan, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa di kabupaten tersebut ada empat kecamatan yang masuk kategori merah yaitu Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis Kecamatan Kota dan Kecamatan Burneh. “Zonasi ini bukan kita yang bikin mau diberi warna apa, namun hitung-hitungannya dari 14 indikator by system akan berubah sendiri menjadi warna apa,” jelas Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mengatakan, mulai hari ini ruang isolasi di BPWS sudah akan berfungsi dan sementara selama ini hanya dipakai sebagai ruang karantina. “Yang dikarantina itu adalah warga yang hasil SWAB antigennya positif, kemudian sambil menunggu SWAB PCR para pasien yang dikarantina tersebut akan ditempatkan di Gedung Pusat Informasi BPWS yang luasnya 9 hektar dan 8 area food court,” jelas Khofifah.
Menurut Khofifah nantinya apakah di area BPWS tersebut akan dikasih pagar yang terpenting adalah sudah dipersiapkan segala sesuatunya dan salah satunya di area food court. “Artinya jika dari pemeriksaan SWAb antigen hasilnya positif bisa langsung dikarantina dan dilanjutkan dengan SWAB PCR dan jika tetap positif bisa langsung diisolasi yang tempatnya tidak jau dari situ,” jelas Khofifah. [tam]

Tags: