Kakak Ajak Perang Tanding Adik Tiri Untuk Rebutkan Warisan

dar-tersangka rebut warisanKab. Madiun, Bhirawa
Gara-gara masalah warisan, Agus Eko Purnomo (44), warga RT 7/RW 2 Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, tega mengajak adik tirinya, Aries Wijaksono, untuk melakukan perang tanding (satu lawan satu) dengan senjata tajam.
Menurut Kapolsek Dolopo, AKP Sumantri, kejadian ini berawal saat pelaku mendatangi rumah ayah tirinya, Subandi, untuk menanyakan masalah warisan keluarga. Namun yang dicari tidak ada di rumah. Kemudian pelaku bertemu dengan adik tirinya dan beradu mulut.
“Kejadiannya Senin kemarin. Awalnya, Senin sekitar pukul 17.20 WIB, pelaku mendatangi rumah ayah tirinya untuk menanyakan masalah warisan. Tapi hanya bertemu dengan adik tirinya. Kemudian terlibat pertengkaran,”kata Kapolsek Dolopo, AKP Sumantri, kepada wartawan, Selasa (25/11).
Setelah terlibat pertengkaran mulut dengan adik tirinya, lanjut AKP Sumantri, kemudian pelaku pulang. Namun tidak lama berselang, pelaku kembali lagi sambil membawa dua senjata tajam berupa sabit dan pisau besar (bendo). Kedatangan pelaku yang kedua kalinya, untuk mengajak adik tirinya perang tanding (satu lawan satu) dengan menggunakan senjata. Tapi adik tirinya tidak melayani dan membuang sabit yang diberikan pelaku. Namun pelaku tetap merangsek ke arah adik tirinya sambil membacok adiknya dengan bendo, tanpa perlawanan.
Beruntung, adik tirinya mampu menempel ke tubuh kakaknya. Sehingga hanya gagang bendo yang mengenai kepala bagian kiri korban yang berakibat memar dan berdarah.
Karena terluka, korban melarikan diri dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Dolopo. Petugas yang menerima laporan langsung melakukan pencarian terhadap tersangka. “Sekitar pukul 18.10 WIB, pelaku kita temukan saat bersembunyi di rumah kerabatnya yang masih di Kelurahan Bangunsasi. Masih dalam keadaan mabuk, pelaku langsung kita amankan,”terang AKP Sumantri.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman selama 4 tahun penjara dan Undang-Undang Darurat Nomor 12/1951 tentang Senjata Tajan (Sajam) dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara. [dar]

Keterangan foto : Tersangka Agus Eko Purnomo pakai topeng bersama Kapolsek Dolopo AKP Sumantri menunjukan dua senjata tajam yang dibawa tersangka untuk berkelai dengan adik iparnya. [sudarno/bhirawa]

Tags: