Kala Fajar

foto ilustrasi

Oleh:
Meliana
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Ayam berkokok merdu
Menandakan gelap akan berganti terang
Embun menetes
Menyemburkan aroma khas fajar

Dari ufuk timur
Mulai terasa
Hangatnya mentari yang sedang bergegas datang
Langit terasa membiru segar
Awan berganti rupa
Yang memanjakan semua insan

Senja dan Rasa
Karya : Meliana

Jingga telah menebarkan warnanya
Mengunjungi bumi
Membawa rasa menjadi nyata
Kala senja menyapa

Sekejap, lalu gelap gulita
Aku pun bertanya-tanya
Sekejap itu kah jingga ?
Lalu, bintang bersuara
Dengan kilau sinarnya

Tumpah Ruah
Karya : Meliana

Hujan turun dengan deras
Menyerbu tanah
Yang dehidrasi sejak lama
Sampah-sampah yang membukit disungai
Rasanya ia ingin berteriak
Memaki-maki puan dan tuan
Yang sudah biadab

Tak sadar mala petaka sedang menyelinap
Air makin naik ke cakrawala
Meraba-raba cela
Untuk masuk memaksa
Sudah tidak ada ruang
Untuk saling menyesal
Sudah tidak ada salah
Untuk saling benar

Bumi Ragaku
Karya : Meliana

Hai bumi,
Tetap menjadi raga yang melekat di dada
Tetap menerima perilaku manusia
Yang tak punya etika

Kami tak akan berdaya
Kami tak mampu berkata
Jika kau mulai murka
Jiwa ini tertunduk memejamkan mata
Ampunilah hamba

Desa ini
Karya : Meliana

Burung-burung bernyanyi
Pepohonan ikut menari
Mentari ikut menyinari
Para petani tersenyum kembali
Menatap indahnya pelosok negeri
Yang kaya akan materi

Tentang penulis: Meliana adalah seorang perempuan kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, pada 11 Mei 2000. Sekarang sedang menyelesaikan studinya di Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Email meliana11@gmail.com

Rate this article!
Kala Fajar,5 / 5 ( 1votes )
Tags: