Kali Mengkuris Meluap, Empat Desa di Kanor Terendam

Sejumlah jalan poros Desa Tejo, Kecamatan Kanor tergenang air, Kamis (18/12) dan kondisi ini dimanfaatkan anak untuk berenang di genangan air.

Sejumlah jalan poros Desa Tejo, Kecamatan Kanor tergenang air, Kamis (18/12) dan kondisi ini dimanfaatkan anak untuk berenang di genangan air.

Bojonegoro, Bhirawa
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro membuat tanggul Kali Mengkuris yang melintasi beberapa desa di Kecamatan Kanor jebol. Tepatnya di Dusun Jumo, Desa Samberan, Kecamatan Kanor. Akibatnya rumah dan jalan raya tergenang.  Luapan Kali Mengkuris tahun ini merupakan luapan terbesar sejak empat tahun terakhir.
Salah seorang warga yang terendam banjir Masirin mengatakan, luapan Kali Mengkuris tahun ini dinilai paling parah. “Banjir sekarang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya, Kamis (18/12).
Senada dikatakan Kepala Desa Tejo, Qomaruddin. Menurutnya banjir yang terjadi tahun ini merupakan luapan kali dalam berskala besar akibat intensitas hujan yang menguyur Bojonegoro beberapa hari ini. “Sejak empat tahun terakhir Desa Tejo baru terkena banjir lagi. Data yang masuk, ada sekitar 30 rumah yang terendam banjir,” ungkapnya.
Ia menambahkan sebenarnya Desa Tejo memang rawan banjir berasal dari Bengawan Solo dan Kali Mengkuris.”Jika dari Bengawan Solo daerah Tejo barat yang banjir, tetapi jika dari Kali Mengkuris yang terendam Tejo sebelah timur,” ujarnya.
Terpisah, Camat Kanor Subiyono mengatakan, akibat luberan air Kali Mengkuris ada empat desa di daerah Kanor yang tergenang yaitu Desa Simbatan, Tejo, Pesen, Piyak. Kali Mengkuris meluap karena terus mendapat kiriman air dari wilayah Sumberrejo dan Kedungadem. Derasnya arus sungai membuat tangkis di sepanjang sungai jebol dan meluap.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro Andik Sudjarwo menyatakan pemukiman di sekitar Bantaran Sungai Bengawan Solo rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada warga agar berhati-hati. “Kami juga telah berupaya melakukan pengawasan dan pengecekan rumah warga di pinggiran sungai dari Margomulyo-Baureno,” terangnya.
Bahkan berbagai upaya penanggulangan bencana banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang sudah disiapkan, termasuk persiapan personel tanggap bencana hingga peralatan penanggulangan banjir. Personel tanggap bencana sudah disebar di beberapa titik lokasi yakni di BPBD Bojonegoro Pos Padangan, BPBD Bojonegoro Pos Temayang, dan BPBD Kota Bojonegoro. “Selain personel, juga disiagakan perahu karet yang sewaktu-waktu bisa dipakai untuk menolong korban banjir,” pungkasnya. [bas]

Tags: