Kaltara Tawarkan Program Transmigrasi

Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad Sukardi MM mengajak Pejabat Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, untuk meninjau P2T. Dalam kesempatan tersebut, Irianto mengaku sangat terkesan dengan P2T dan akan mengirim anak buahnya untuk belajar ke P2T.

Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad Sukardi MM mengajak Pejabat Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, untuk meninjau P2T. Dalam kesempatan tersebut, Irianto mengaku sangat terkesan dengan P2T dan akan mengirim anak buahnya untuk belajar ke P2T.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menawarkan kerjasama bidang penempatan transmigrasi ke Provinsi Jatim. Sebagai provinsi pemekaran yang belum berusia genap satu tahun, Kaltara membutuhkan banyak penduduk transmigrasi dari Jatim untuk ikut mengembangkan daerah pemekaran dari Kalimantan Timur ini.
“Luas wilayah kita dua kali dari luas Kalimantan Selatan. Namun penduduknya baru 700 ribuan. Karena itu kita membuka transmigrasi dari Jatim,” kata Pejabat Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, saat kunjungan kerja di Pemprov Jatim, Rabu (2/4).
Dikatakan, selain kerjasama bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi, Kaltara juga menawarkan kerjasama dalam bidang investasi dan perdagangan. Namun dalam kunjungannya kali ini, Kaltara akan fokus untuk meminta masukan terkait program pemerintahan yang bisa diaplikasikan di daerahnya.
“Ibarat manusia, usia satu tahun ini kita baru belajar untuk berjalan. Karena itu kita ingin melihat langsung program-program apa saja yang bisa kita terapkan di Kaltara,” paparnya.
Untuk bidang investasi, Kaltara 20 tahun lagi akan menjadi daerah dengan pusat energi terbarukan nomor satu di Indonesia. Keyakinan ini, seiring dibangunnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan dan sungai-sungai besar di Kaltara yang potensi listriknya bisa mencapai 20 ribu Kilo Watt. “Potensi ini terbesar kedua se Asia setelah Cina,” tandasnya.
Dengan potensi besar ini, Lambrie berharap banyak investor dari Jatim yang bersedia membuka usaha di Kaltara. “Saya berharap banyak pengusaha dari Jatim yang akan berinvestasi di Kaltara. Kami memiliki potensi yang sangat besar,” ungkapnya.
Menanggapi tawaran kerjasama dari Kaltara, Sekdaprov Jatim, Dr H Akhmad Sukardi MM, mewakili Guburnur Jatim Dr H Soekarwo sangat menyambut baik tawaran tersebut. “Pada dasarnya program sinergi yang akan dilakukan Kaltara dengan Jatim akan disambut baik. Intinya kita menyambut baik dan terbuka dengan tawaran kerjasama ini,” kata Sukardi.
Ke depan, Sukardi meminta Kaltara untuk segera menyusun program-program yang bisa disinergikan dengan Jatim. “Secara riil kita tunggu tindak lanjut dari pertemuan hari ini. Tidak menutup kemungkinan Jatim segera menjalin kerjasama dengan Provinsi Kaltara. Terutama di bidang ekonomi bisnis,” Sukardi.
Dikatakan, jika Kaltara bisa menjual produk atau hasil lainnya yang dibutuhkan Jatim, dan sebaliknya Jatim akan mengirimkan produk yang dibutuhkan Kaltara. Dengan demikian dapat diyakini harga barang akan murah.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Sukardi juga mengajak dan melihat langsung ke kantor layanan P2T (Pelayanan Perizinan Terpadu). Pada kesempatan tersebut, rombongan Kaltara kagum terhadap kantor pelayanan P2T yang cepat, tepat dan tanpa pungutan.
“Kami akan segera mengirimkan staf untuk belajar mengenai sistem pelayanan perizinan yang dijalankan Pemprov Jatim. Jatim patut dijadikan percontohan bagi Provinsi Kaltara yang kini tengah gencar melakukan program-program baru,” kata Irianto.  [iib]

Rate this article!
Tags: