Kampanye, Tak Pengaruhi Naiknya Inflasi

2-bawang-putihPemprov, Bhirawa
Selama Maret 2014, Jatim mengalami inflasi 0,23% atau lebih tinggi dari inflasi nasional periode sama yang hanya 0,08%. Namun, laju inflasi itu yang rendah itu menunjukkan kalau kinerja perekonomian di jatim tidak terpengaruh dengan adanya kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) yang berlangsung mulai 16 Maret-5 April.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi, Sapuan mengatakan, kampanye Pileg yang berlangsung di berbagai daerah di Indonesia tidak sampai mengoyahkan perekonomian di Jatim. Hal ini terbukti inflasi di Jawa Timur masih dibilang rendah. “Kalau penjualan kaos atau kalender untuk kampanye tidak terlalu berpengaruh secara signifikan,” kata Sapuan, Selasa (1/4).
Selanjutnya, Sapuan memaparkan, Maret 2014 dari delapan kota menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Malang 0,43%. Diikuti oleh Madiun 0,25%. Surabaya 0,23%. Banyuwangi 0,20%. Probolinggo 0,16%, Sumenep 0,08%, Jember 0,03% dan inflasi terendah di Kediri 0,02%.
Inflasi pada Maret itu dikarenakan semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok kesehatan 0,60% transportasi komunikasi dan jasa keuangan 0,56%. Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,42%, perumahan 0,31%, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,24% terendah dikelompok sandang 0,22%. Sedangkan kelompok bahan makanan turun harga atau deflasi -0,37%.
Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah naiknya harga cabai rawit, tarif angkutan udara, beras, bawang putih, tukang bukan mandor, mobil, minyak goreng, soto, sayur nangka muda dan rokok kretek filter.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah turunya harga telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, tomat sayur, ikan cumu-cumi, sayur wortel, tariff kereta api, gula pasir, kentang dan ikan mujair,” paparnya.
Dari ibukota provinsi di Pulau Jawa, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Serang banten 0,41% diikuti Semarang 0,27%, Surabaya 0,23%, Jakarta 0,19%, Yogyakarta 0,14% dan inflasi terendah terjadi di Bandung 0,11%.
Dari 82 kota IHK nasional 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota mengalami deflasi, 5 kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Merauke 1,15%, Tarakan 0,99%, Jayapura 0,68%, Ambon 0,64 persen dan Palu 0,60%. Sedangkan 5 kota yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Tual -2,43 persen, diikuti Pangkal Pinang -1,76%, Tanjung Pandan -1,03%,  Metro -1,02% dan Pontianak -0,78%.
Laju inflasi tahun kalender mulai Desember 2013-Maret 2014 Jatim mencapai 1,58%. Sedangkan laju inflasi year on year Februari 2014 terhadap Februari 2013 Jawa Timur 6,59%. [rac]

Laju Inflasi di Jatim Bulan Maret
–  Kenaikan IHK
–  Kelompok kesehatan 0,60%
–  Transportasi komunikasi dan jasa keuangan 0,56%
–  Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,42%
–  Perumahan 0,31%
–  Pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,24%
–  Kelompok sandang 0,22%.
Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah naiknya harga cabai rawit, tarif angkutan udara, beras, bawang putih, tukang bukan mandor, mobil, minyak goreng, soto, sayur nangka muda dan rokok kretek filter.

Tags: