Kampung Markisa Nginden Baru Jadi Target KKN Mahasiswa Untag Surabaya

Olivia Yuniar Parinussa saat memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pengetahuan Covid 19 kepada anak – anak di wilayah Nginden Baru VIII.

Pandemi Covid-19 Mengharuskan Mahasiswa KKN di Tempat Domisili Masing-masing
Surabaya, Bhirawa
Pandemi Covid 19 mengakibatkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Ajaran 2020 – 2021 yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini dilaksanakan secara individu di tempat domisili masing – masing. Tujuannya agar mahasiswa tetap dapat melaksanakan KKN dengan mengurangi risiko terjadinya penularan Covid 19.
Mewabahnya Covid 19 di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, membuat pemerintah maupun warga masyarakat melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penularan dari virus berbahaya ini. Bagi orang dewasa tentunya sudah bisa mengedukasi diri sendiri dan memilah berbagai informasi yang tersebar di berbagai media, baik media online, media massa, bahkan sosial media.
Sedangkan untuk anak – anak belum bisa memilah antara berita hoax dan berita benar. Maka mereka juga harus diberi pemahaman mengenai Covid 19 sesuai dengan tingkatan usianya, karena apabila mereka keliru mendapatkan informasi maka akan semakin membuat anak -anak panik, stress, ketakutan, atau bahkan bisa jadi menyepelekan.
Salah satu mahasiswa Untag 45 Surabaya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Olivia Yuniar Parinussa, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Fitri Norhabiba SI Kom MI Kom, pada 12 hingga 13 Desember 2020 lalu, melakukan KKN atau Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di Nginden Baru VIII, RT 06 RW 03, Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya yang dikenal dengan Kampung Markisa (Mari Kita Bersatu). Abdimas dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi yang bertemakan ”Tingkatkan kesadaran dan ketahanan masyarakat melawan wabah Covid 19 dalam upaya mewujudkan masyarakat Tangguh, sehat dan sejahtera”.
Menurut Olivia-sapaan akrab gadis cantik ini, sasaran utama dari kegiatan ini adalah anak-anak. Mitra yang tepat dari KKN nya adalah anak – anak usia Sekolah Dasar (SD) yang dinaungi oleh Pesantren Bismar Al-Mustaqim.
“Mengapa saya memilih anak – anak dalam Abdimas ini? Karena pada dasarnya anak – anak seusia mereka belum terlalu mengerti mengenai bahaya dari virus ini sehingga seringkali sulit untuk mentaati Protokol Kesehatan (Porkes), karena mereka harus melakukan kebiasaan baru yang sebelumnya belum pernah mereka lakukan. Maka perlu diberikan pemahaman dengan metode penyampaian yang sesuai dengan usia mereka,” jelas Olivia ketika ditemui di tempat Abdimas.
Media yang digunakan Olivia dalam penyampaian sosialisasi dan edukasi adalah buku panduan yang sudah di desain semenarik mungkin sesuai dengan usia mereka. Buku panduan ini berisi penjelasan mengenai Covid-19, gejala klinis, cara penangannya, serta cara mentaati Prokes di era new normal ini. Tidak hanya itu, Olivia juga menyiapkan Activity Book yang dikeluarkan oleh KPPPA dengan judul Gembira Bersama Ibu dan Ayah, sehingga anak-anak tidak akan bosan, mereka bisa belajar sambil bermain, mewarnai, bahkan dengan mengisi Activity Book itu akan melatih ingatan mereka tentang Covid 19.
Tidak hanya memberikan sosialisasi dan edukasi seputar Covid 19, agar menarik Olivia juga mengajak anak – anak untuk mengenal lebih dalam mengenai tanaman. Pasalnya sejak Covid 19 masuk ke Indonesia, banyak sekali orang yang melampiaskan rasa bosannya dengan berkebun.
“Menurut saya berkebun merupakan suatu aktivitas yang positif untuk menghindari rasa bosan pada anak – anak akibat pandemi ini, terlebih lagi RT 06 Nginden Baru VIII ini merupakan Kampung Tangguh dan memiliki julukan Kampung Markisa (Mari Kita Bersatu), jadi saya ingin mengajak anak – anak bersatu untuk mempercantik lagi kampung ini tentunya di lahan yang sudah tersedia dekat balai RT,” kata Olivia.

Dibantu Ketua RT Memperkenalkan Tanaman Produksi pada Anak-anak
Dalam KKN yang mendapat antusiasme dari masyarakat dan anak – anak ini. Olivia dibantu Ketua RT 06 Nginden Baru VIII, Ibu Dwi Watiningsih dan Pak Sholeh (Pengurus RT). Anak – anak juga dikenalkan dengan berbagai tanaman produksi seperti Markisa, mentimun, nangka, serta tumbuhan – tumbuhan lain yang ada di lahan yanga ada, serta diberi pengetahuan mengenai bagaimana proses menanamnya dan jangka waktu bertumbuhnya.
Olivia dibantu Ibu Dwi dan Pak Sholeh mengajak anak – anak satu persatu untuk mencoba menanam dengan memindahkan bibit terong yang umurnya masih kecil dari polybag ke tanah.
Anak-anak tampak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mereka tidak sabar menunggu gilirannya untuk praktek menanam,
“Mereka semangat sekali, malah saling berteriak untuk rebutan giliran selanjutnya, ternyata mereka senang diajak aktivitas seperti ini,” ujar Olivia yang juga senang karena Abdimas mendapat perhatian dari anak – anak.
Pada penutupan kegiatan KKN, Olivia mendapat respon yang positif dari anak – anak, ”Waktu saya tanya kepada anak – anak, bagaimana acaranya? Seru nggak? Atau membosankan? Ternyata anak – anak langsung menjawab dengan raut wajah senang sambil sedikit berteriak, katanya seru banget kak, kita jadi belajar hal baru,” jawab salah satu anak yang ikut menanam.
Kegiatan KKN ini juga mendapat respon yang positif dari Ibu Dw Watiningsih, Ketua RT 06, Nginden Baru VIII. ”Alhamdulillah saya terkesan karena Olivia sukses membina anak – anak di Pesantren Bismar Al-Mustaqim, dan saya lihat juga cukup tanggap dan baik sekali membimbing anak – anak, sehingga mereka banyak mendapat pengetahuan yang lebih baik berbagai macam soal tanaman dan wawasan tentang Covid 19 yang saat ini sedang gencar – gencarnya diberantas oleh pemerintah. Alhamdulillah saya terkesan sekali baik untuk pembelajaran anak – anak kedepannya,” ujar Ibu Dwi.
Olivia berharap Abdimas yang dilakukan selama kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat bagi banyak pihak, dan menjadikan anak – anak lebih semangat lagi dalam belajar, dalam menjalankan aktivitas selama pandemi, dan lebih konsisten dalam mentaati Prokes di era new normal ini sehingga tidak menambah angka penyebaran Covid 19 di Kota Surabaya dan Jawa Timur pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya. [fen]

Tags: