Kantor Bea Cukai Madura Musnakan Rokok Ilegal 6,2 Juta Batang

Kanwil Bea Cukai Jatim, Moh Prihantoro, bersama Forkopimda Pamekasan dan Kepala Bea Cukai Madura, secara simbolis musnahkan rokok ilegal. [syamsudin lubisdin/bhirawa]

Pamekasan, Bhirawa
Kantor Bea Cukai Madura memusnakan rokok ilegal dari berbagai macam merk sebanyak 6.227.884 batang. Penghilangan wujud awal dan sifat hakiki barang, disetujui Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi, No. S-7/MK.6/KN.5/2020, tanggal 7 Januari 2020.
Pemusnahan secara simbolis, potensi kerugian negara mencapai 3,1 milyar lebih. Hadir Kakanwil DJBC Jatim, Moh Prihantoro, Bupati Pamekasan, diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Nurul Widiastuti, Forkopimda, Kepala Bea Cukai Madura, berlangsung di lantai V gedung Bea Cukai di Jl. Panglima Sudirman, Pamekasan, Rabu (5/2).
Kakanwil DJBC Jatim, Moh Prihantoro mengatakan, pemberantasan dan pemusnahan rokok ilegal diamanatkan dalam Undang-undang No. 11 Tahun 1995 diubah dengan undang-undang No. 39 Tahu 2007, ttg Cukai. “Tugas kami (Bea Cukai, Red) sebagai community protektor di bidang cukai. Yaitu membatasi beredar barang yang dianggap mengganggu kesehatan jika dikonsumsi masyarakat, seperti hasil Tembakau (Rokok),” ujarnya.
Prihantoro menegaskan, pemberantasan rokok ilegal, atau rokok tanpa cukai dan atau cukai palsu dan cukai tanpa peruntukannnya itu sudah menjadi komitmen Bea Cukai dalam menegakkan aturan dan menciptakan perlakuan adil bagi industri rokok yang legal.
Kepala Bea Cukai Madura, Yanuar Calliandra menjelaskan, penindakan rokok ilegal periode Tahun 2019 sebanyak 6.839.598 batang dengan Satu unit mesin pelinting rokok. Maka disetujui dimusnakan sekitar 6,2 juta batang lebih. “Hasil penyelidikan, modus rokok ilegal itu adalah rokok tanpa dilekati pita cukai. Operasi penindakan, saat dalam pengepakan, pengiriman di tempat ekspedisi, kendaraan Bus, Truk dan Kapal Laut,” tuturnya.
Ditambahkannya, pihaknya menekan rokok ilegal itu karena mengingat banyaknya rokok Madura yang tersebar di beberapa tempat di luar Jawa. “Penegakkan hukum, Bea Cukai Madura sudah memproses 4 (empat) pelaku. Diantaranya, satu sudah diputus Inkrah. Dua pelaku masih jalani proses persidangan dan satu masih tahap penyidikan,” jelas Yanuar.
Menurutnya, keberhasilan ini berkat dukungan aparat penegak hukum lain dan pemangku kepentingan di wilayah Madura untuk menekan prosentase rokok ilegal hingga 3 persen.[din]

Tags: