Kantor Konsulat AS Dijaga Satu Peleton Brimob Polrestabes

Selain penjagaan di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya di kawasan perumahan elit CitraLand, kepolisian juga melakukan penjagaan di restoran cepat saji McDonalds, serta objek vital seperti hotel, supermarket, mal.

Selain penjagaan di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya di kawasan perumahan elit CitraLand, kepolisian juga melakukan penjagaan di restoran cepat saji McDonalds, serta objek vital seperti hotel, supermarket, mal.

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Ancaman adanya gangguan teror di Surabaya  dalam waktu dekat yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Jakarta lewat website resminya jakarta.usembassy.gov mulai diantisipasi oleh Polrestabes Surabaya. Buktinya satu satu peleton anggota Brimob disiagakan di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya di Jl Citra Raya Niaga N 2 Surabaya begitu peringatan itu keluar.
Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Widjanarko mengatakan pihaknya tidak dapat mejelaskan kisaran personel polisi yang disiagakan untuk mengantisipasi ancaman teror di Surabaya. Yang jelas, saat ini Sat Brimob Polrestabes Surabaya disiagakan guna penjagaan di Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya. “Ini kan hanya isu, jadi kami tidak bisa memastikan berapa personel yang dikerahkan. Yang jelas satu peleton Sat Brimob sudah kami siagakan,” terang AKP Widjanarko kepada wartawan, Minggu (4/1).
Untuk diketahui Kedubes Amerika Serikat di Jakarta pada Sabtu (3/1) mengeluarkan peringatan keamanan kepada warganya yang bermukim di Surabaya melalui website resminya.  Tidak dijelaskan dengan detil penyebab Kedubes AS di Jakarta memberikan peringatan tersebut. “Kedubes AS telah menyadari adanya potensi ancaman terhadap Amerika Serikat khususnya di beberapa tempat seperti hotel dan bank di Surabaya, Indonesia,” tulis Kedubes dalam website resminya.
Oleh sebab itu, mereka melanjutkan, Kedubes AS di Jakarta merekomendasikan kewaspadaan tingkat tinggi dan pengetahuan ketika mengunjungi beberapa tempat tersebut. Dalam peringatan yang mereka keluarkan, mereka meminta kepada seluruh warganya yang ada di Indonesia, khususnya di Surabaya untuk terus waspada. Kedubes AS bahkan meminta kepada warganya untuk mendaftarkan nomor telepon seluler mereka agar mudah dihubungi.
“Kedubes AS menghimbau kepada seluruh warga AS untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar ketika mendatangi tempat-tempat tersebut,” tambahnya.
Kendati tidak memperoleh informasi detil, namun diduga peringatan itu dikaitkan dengan ratusan warga Indonesia yang mencoba untuk pergi ke Suriah dan Irak dan berjuang bersama kelompok militan Islamic State of Iraq and Al Sham (ISIS).
Namun, sebelumnya, Indonesia juga dianggap sukses dalam memberangus kelompok militan yang berkembang di Indonesia dan melancarkan serangan teror kepada orang asing dan institusi dari luar negeri pada era 2000-an.
Ditambahkan AKP Widjanarko, selain Sat Brimob, kantor Konsulat AS juga dijaga oleh personel dari Pam Obvit dan Polsek jajaran. Menurutnya, penyiagaan personel ini hanya tindaklanjut dari peringatan yang disampaikan oleh Kedubes Amerika Serikat. Sebab, status dari peringatan itu masih sebatas isu belaka.
Lanjut Widjanarko, objek vital atau tempat publik seperti hotel, supermarket, dan restoran (McDonalds, red), tetap mendapat penjagaan dari petugas polisi. Pengamanan dilakukan oleh personel dari masing-masing Polsek jajaran, dengan dibantu oleh personel Polrestabes Surabaya yang melakukan patroli di tempat publik.
“Personel dari kami hanya mem-back up penjagaan di setiap objek vital di Surabaya. Dengan melakukan patroli setiap hari, anggota kami akan memantau PAM yang dilakukan Polsek jajaran,” ungkap pengganti Kompol Suparti ini.
AKP Widjanarko menambahkan seluruh personel sudah disiagakan sejak Sabtu (31/12) lalu. Hal ini sesuai dengan perintah Kapolrestabes Surabaya yang mengintruksikan untuk melakukan penjagaan di kantor Konsulat AS dan objek-objek vital yang berada di kawasan Surabaya.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengatakan ikut mengikuti pemberitaan mengenai adanya peringatan yang dikeluarkan oleh Kedubes Amerika Serikat di Jakarta. Menurut hasil koordinasi Kemlu dengan otoritas keamanan nasional, situasi di Surabaya tetap aman.
Demikian isi pesan pendek yang diterima  dari Juru Bicara Kemlu Armanatha Christiawan Nasir, Minggu (4/1). Menurut pria yang akrab disapa Tatha itu, hingga saat ini belum ada informasi terkait ancaman spesifik dari pihak keamanan nasional.  “Walaupun begitu otoritas keamanan di Indonesia akan terus waspada untuk menjaga keamanan termasuk keberadaan misi asing di Tanah Air,” imbuh Tatha. [bed]

Tags: