Kapendam V/Brawijaya Berpesan Jajaran Harus Bijak Menyikapi Perkembangan TI

Peringatan HUT Penerangan TNI AD yang diselenggarakan Pendam V/Brawijaya, Rabu (12/1).

Peringati Hari Penerangan TNI AD Ke-71

Surabaya, Bhirawa
Setiap tanggal 13 Januari diperingati sebagai HUT Penerangan TNI AD. Diusianya yang sudah 71 tahun ini, Penerangan TNI AD terus mendukung tugas pokok TNI AD. Hal itu sama seperti yang dilakukan Penerangan Kodam (Pendam) V/Brawijaya.

Peringatan HUT Penerangan TNI AD ini diperingati Pendam V/Brawijaya dengan ziarah ke taman makam pahlawan (TMP) Sepuluh November Surabaya, Rabu (12/1). Setelah ziarah, acara dilanjutkan dengan gelaran tasyakuran bersama jajaran di Kantor Pendam V/Brawijaya.

“Perkembangan teknologi dan informasi (TI) bisa bernilai positif dan negatifnya. Bahkan apabila tidak digunakan dengan bijak, maka bisa dijadikan alat bagi pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas wilayah,” kata Kepala Pendam (Kapendam) V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra.

Pihaknya juga berpesan terkait pemanfaatan teknologi dan informasi secara bijak. Sebab, TI ini kian berkembang pesat di kalangan masyarakat. Sehingga perlu adanya kontrol dalam penggunaan TI, khusunya bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

Kusdi menambahkan, Pendam V/Brawijaya harus bisa menjadi pantuan tersendiri bagi penyebaran informasi di masyarakat. Khususnya dalam mengantisipasi adanya hoax (informasi maupun berita bohong) yang timbul di masyarakat.

“Pendam harus bisa memberikan informasi yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Sebab masyarakat sendiri banyak yang masih belum bisa memilah dan memilih mana informasi yang benar dan salah,” jelasnya.

Untuk itu pihaknya mengajak semua personelnya untuk berkontribusi positif di masyarakat. Terutama memberantas adanya hoax hingga mengedukasi masyarakat. Cegah tangkal hoax ini, sambungnya, sangat penting di era kemajuan informasi dan teknologi.

Nah, peran Pendam ini harus menyampaikan hal yang sama dalam rangka meningkatkan kepercayaan bagi instansi dan masyarakat. Terlebih dalam menjawab dinamika yang ada, sehingga dapat menjaga situasi aman dan tentram di masyarakat.

“Cegah tangkal hoax ini memerlukan peran semua pihak, terutama media. Sebab, fungsi media sangat sejalan dengan Satuan Penerangan,” pungkasnya. [bed.bb]

Tags: